
-- Program 100 Hari Kerja Telah Dimulai
KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID -- Tak perlu menunggu waktu lama, Gubernur dan Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Sumangerukka (ASR) dan Hugua langsung action. Dari Jakarta, duet ASR-Hugua mulai mengkonsolidasi program kerjanya bersama jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra secara virtual. Gubernur dan Wagub ingin memastikan program kerja mulai dikerjakan. Sebagai langkah awal, ASR-Hugua telah resmi meluncurkan program 100 hari kerja.
Gubernur Sultra Andi Sumangeruka mengatakan perubahan administrasi harus segera disesuaikan demi pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat dan membuat Sultra semakin maju. Ia menekankan pentingnya fokus pada 3 sektor utama pelayanan publik, yakni pendidikan, kesehatan, dan ketahanan pangan.
"Sektor-sektor lain tetap mendapat perhatian, meskipun ketiga sektor tersebut menjadi prioritas sesuai instruksi pemerintah pusat. Karena itu saya meminta kepada seluruh dinas terkait agar benar-benar mengutamakan pelayanan kepada masyarakat," tegas gubernur.
Mantan Pangdam Hasanuddin ini mengingatkan efisiensi anggaran yang diterapkan tidak boleh disalahartikan sebagai pemotongan gaji atau pengurangan tenaga kerja kontrak. Ia memastikan kebijakan efisiensi tetap menjaga kesejahteraan pegawai dan tidak boleh mengganggu pelayanan kepada masyarakat. Arahan ini sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi anggaran.
"Saya perlu tegaskan dan saya ingatkan, bahwa efisiensi itu tidak boleh dimaknai dengan hal-hal yang lain. Artinya, dalam efisiensi ini kita tidak melakukan pengurangan gaji. Dalam efisiensi ini, tidak ada pengurangan gaji. Ini adalah instruksi dan penekanan dari Bapak Presiden. Selain itu kita juga tidak boleh melakukan PHK terhadap pekerja kontrak. Serta tidak boleh mengganggu pelayanan kepada masyarakat," jelas Gubernur ASR.
Runningnya program 100 hari kerja lanjut gubernur, merupakan wujud dari langkah cepat Pemprov Sultra. Mengingat selama 8 hari, ia akan mengikuti retret (pembekalan) di Magelang, Jawa Tengah.
"Oleh karena itu, selama saya mengikuti retret, Wakil Gubernur Hugua bersama Sekda dan kepala dinas akan tetap memastikan pelayanan publik berjalan dengan baik dan tidak terganggu," perintah Gubernur ASR.
Mantan Kepala BIN Daerah Sultra itu mengingatkan seluruh ASN agar tidak terpengaruh dengan adanya pergantian kepemimpinan. Ia menegaskan seluruh perangkat daerah harus tetap bekerja dengan baik dan profesional.
Gubernur ASR juga memberikan jaminan pada mereka yang bekerja dengan baik akan mendapat perhatian penuh dari dirinya dan Wagub Hugua. "Sekali lagi tidak boleh terpengaruh dan tetap bekerja dengan baik. Jangan ragu, manakala saudara-saudara bekerja dengan baik, maka saya yakin, saya dengan Pak Hugua akan tetap memperhatikan hal-hal seperti itu," ucapnya.
Mantan Danrem 143 Halu Oleo itu berharap mulai 1 Maret kembali di Sultra dan bekerja langsung bersama seluruh jajaran pemerintahan. "Saya tekankan, kita harus tetap running dan semua program harus berjalan sesuai rencana agar target pembangunan bisa tercapai dengan baik," tegas Gubernur ASR.
Sebagai bagian dari persiapan awal kepemimpinannya, Gubernur ASR telah mengirim tim asistensi untuk bekerja dan menyiapkan berbagai program. Ia meminta seluruh perangkat daerah agar dapat menyesuaikan diri dengan arah kebijakan yang telah ditetapkan demi efektivitas pemerintahan dan kesejahteraan masyarakat selama 100 hari kerja ini.
"Sekali lagi terimakasih kepada seluruh masyarakat Sultra dan rekan- rekan perangkat daerah. Mohon dukungannya kepada saya dan pak Hugua agar kita dapat membawa Sultra lebih baik. Insya Allah saya akan bekerja keras sesuai tenaga dan sesuai kewenangan yang saya miliki dan membawa Sultra lebih baik,"pungkas Gubernur ASR. (c/ rah/adv)