KENDARIPOS. CO. ID -- Eskalasi perang di Timur Tengah mencapai titik didih baru. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) secara resmi mengumumkan telah meluncurkan serangan masif yang menyasar jantung pertahanan Israel di Yerusalem Barat dan Haifa, serta pangkalan udara militer Amerika Serikat (AS), Al Dhafra, di Uni Emirat Arab (UEA) pada Jumat (20/3/2026).
Serangan terukur ini merupakan bagian dari fase ke-66 dalam rangkaian 'Operasi Janji Sejati 4'. Melalui pernyataan resmi yang dikutip kantor berita YJC, IRGC mengeklaim seluruh target strategis tersebut berhasil dihantam dengan akurasi tinggi.
"Selama fase ke-66 Operasi Janji Sejati 4, target di Yerusalem Barat, Haifa, dan pangkalan AS Al Dhafra di wilayah tersebut berhasil dihantam," tegas pernyataan resmi IRGC dikutip dari Inilah. com, Sabtu (21/3/2026).
Dalam operasi kali ini, pasukan elite Iran mengerahkan persenjataan tercanggihnya. Barisan rudal balistik jenis Kheibar Shekan, Zolfaghar, dan Qadr dilaporkan meluncur bersamaan dengan gelombang pesawat nirawak (drone) bunuh diri untuk menembus sistem pertahanan udara lawan.
Situasi di Yerusalem dan Haifa dilaporkan mencekam seiring bunyi sirine peringatan udara yang terus meraung, menandakan bahwa 'Janji Sejati' Teheran bukanlah sekadar gertakan diplomasi.
Kobaran apil menyala di setiap sudut kota. Warga Jerusalem Barat dan Haifa panik dan memilih berlindung di bunker. Sehari sebelumnya, IRGC membombardir kliang minyak terbesar Israel di Haifa. Serangan ini menyebabkan pasokan listrik terputus dan Israel terancam krisis energi.


















































