139 Penari Lintas Generasi Tampil dalam Pergelaran yang Menegaskan Komitmen Pelestarian Seni dan Budaya Bali di Jakarta.

1 day ago 7

SHNEt, Jakarta— Lembaga Kesenian Bali Saraswati (LKB Saraswati) menggelar Parade Tari Bali dan Tabuh Gamelan Bali di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Minggu (12/04/2026) sebagai bentuk nyata komitmen dalam melestarikan seni budaya Bali di tengah kehidupan masyarakat urban. Pergelaran ini sekaligus menjadi bagian dari peringatan 58 tahun berdirinya LKB Saraswati, yang telah hadir sejak 3 April 1968 di bawah pimpinan I Gusti Kompiang Raka.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi panggung pertunjukan seni, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan antargenerasi dalam merawat warisan budaya. Sebanyak 139 penari dengan rentang usia mulai dari 4 tahun hingga 65 tahun turut ambil bagian dalam parade ini. Kehadiran peserta dari berbagai kelompok usia menunjukkan bahwa seni tradisi tetap hidup, relevan, dan mampu tumbuh bersama zaman ketika diwariskan melalui proses pembelajaran yang konsisten.

Parade tersebut merupakan bagian dari rangkaian pendidikan seni yang selama ini dijalankan LKB Saraswati, baik melalui pembelajaran tari maupun tabuh. Dalam praktiknya, LKB Saraswati aktif membina dan mengembangkan kegiatan seni budaya di beberapa titik, yakni Taman Ismail Marzuki, Pura Taman Sari Halim Perdana Kusuma Jakarta, dan Pura Agung Tirta Bhuana Bekasi. Keberadaan ini menegaskan peran LKB Saraswati sebagai ruang edukasi budaya yang terus menjaga denyut kesenian Bali di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Penerus LKB Saraswati, Gek Sri, menegaskan bahwa lembaganya akan terus berkomitmen menjaga keberlangsungan kebudayaan Bali, baik melalui seni tari maupun seni tabuh. Menurutnya, LKB Saraswati juga membuka kesempatan bagi masyarakat luas yang ingin belajar dan mengenal lebih dekat kebudayaan Bali. “Pada prinsipnya, LKB Saraswati akan terus melestarikan kebudayaan Bali, baik secara tari maupun tabuh. Kami juga membuka kesempatan bagi masyarakat luas yang ingin belajar kebudayaan Bali, khususnya tari dan tabuh, untuk bergabung bersama LKB Saraswati. Kesenian itu bukan hanya diwariskan, tetapi juga mengalir dalam setiap hidup penari dan penabuhnya. Kesenian hadir untuk kedamaian dan persaudaraan,” ujar Gek Sri.

Dalam parade ini, sejumlah repertoar tari Bali turut ditampilkan, di antaranya Tari Pendet, Tari Margapati, Tari Panji Semirang, Tari Kebyar Duduk, Tari Puspawresti, Tari Cendrawasih, Tari Danurdara, Tari Baris Bandana Manggala Yudha, Tari Saraswati, Tari Rebong Puspamekar, hingga Legong Abimanyu Gugur. Ragam pementasan tersebut memperlihatkan kekayaan ekspresi seni Bali yang tidak hanya memikat secara estetis, tetapi juga mengandung nilai filosofis dan identitas budaya yang kuat.

Antusiasme peserta didik juga menjadi cerminan bahwa proses pembelajaran seni di LKB Saraswati berlangsung secara hidup dan bermakna. Salah satu peserta didik, Nugroho, mengaku bangga dapat belajar seni tari dan tabuh Bali secara langsung di lingkungan LKB Saraswati. “Saya merasa bangga bisa belajar seni tari dan tabuh Bali di LKB Saraswati. Belajar gamelan Balinya juga langsung, dan saat menari kami diiringi musik gamelan Bali secara live. Pengalaman ini sangat seru, menyenangkan, dan membuat saya semakin mengenal kebudayaan Bali,” ujar Nugroho.

Tarian Puspawresti

Pelestarian Tari Bali

Sementara itu, salah satu guru tari, I.G. Ngurah Udi Utawan, menekankan bahwa pelestarian seni tari Bali perlu terus ditanamkan kepada generasi muda agar tetap hidup dan berkelanjutan. “Kesenian ini harus terus dilestarikan dan diajarkan kepada generasi muda. Dengan begitu, pada masa depan akan tetap ada anak-anak Indonesia yang mampu menari, memahami, dan menjaga keberadaan Tari Bali sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa,” ujarnya.

Melalui pergelaran ini, LKB Saraswati menegaskan bahwa pelestarian budaya tidak hanya berbicara tentang menjaga bentuk pertunjukan, tetapi juga merawat nilai, identitas, serta kesinambungan antargenerasi. Di tengah arus modernitas, upaya seperti ini menjadi penting agar seni tradisi tetap tumbuh, dikenal, dan dicintai oleh masyarakat luas.

Tentang LKB Saraswati

Lembaga Kesenian Bali Saraswati (LKB Saraswati) merupakan lembaga seni budaya yang berfokus pada pelestarian kebudayaan Bali, khususnya melalui pembelajaran dan pementasan seni tari serta tabuh. Berdiri sejak 3 April 1968, LKB Saraswati terus menjadi ruang pendidikan budaya lintas generasi yang menghadirkan seni sebagai sarana pembelajaran, ekspresi, kedamaian, dan persaudaraan.(sur)

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan