Oleh: Mashitha Trisha Hellena (*)
Aktivitas suatu Perusahaan dalam menjalankan roda bisnisnya memiliki berbagai hal yang dilakukan sebagai bentuk usaha untuk mempertahankan serta meningkatkan kualitas layanan.
Hal ini juga menyadarkan bahwa Perusahaan memiliki beragam upaya dan strategi sebagai fokus utama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada stakeholder yang terlibat. Salah satu Perusahaan yang memiliki visi misi dalam melakukan strategi tersebut ialah PT Astra Daihatsu Motor (ADM) sebagai Perusahaan manufaktur terbesar kedua di Indonesia.
Berdasarkan informasi yang dilansir dari website resminya bahwa core values dari ADM terdapat lima poin utama yaitu integrity, commitment, accountability, respect, dan excellent innovation.
Tidak hanya itu, sebagai bentuk komitmen yang diberikan oleh ADM ialah dengan diadakannya CSR yang juga sebagai bukti kepedulian kepada masyarakat serta komitmen untuk Indonesia yang lebih baik. Hal tersebut dibuktikan melalui empat pilar Corporate Social Responsibility (CSR) yaitu Pintar Bersama Daihatsu, Sehat Bersama Daihatsu, Hijau Bersama Daihatsu, dan Sejahtera Bersama Daihatsu.
Bentuk strategi komunikasi yang dilakukan oleh ADM yakni melalui pendekatan keberlanjutan (sustainability), penciptaan nilai bersama (Creating Shared Value/CSV), dan didukung dengan pemetaan sosial (social mapping) di local community dalam menjalankan program dan juga menjadi landasan serta poin penting yang tidak terpisahkan.
Hal tersebut juga didukung oleh pernyatan dari Manager Departement CSR, Yazid yang mengungkapkan bahwa prioritas ADM dalam menjalankan program CSR ini tidak hanya berfokus kepada jumlah program yang dijalankan, namun juga kepada bagaimana dampak dan kebermanfaatan program tersebut bisa diterima dan diimpelementasikan oleh masyarakat lokal secara langsung.
Keterlibatan masyarakat lokal dalam pelaksanaan CSR pun sangat diperlukan sebagai kolaborasi yang aktif dan juga hubungan yang baik yang dibangun antara Perusahaan dan stakeholder. Melalui program Dojo School yang disusun oleh ADM ini diberikan khusus untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di beberapa daerah khususnya di Pulau Jawa dalam sektor pendidikan untuk pemberian dan penerapan kurikulum mengenai manufaktur kepada para peserta didik untuk menjadi bekal keterampilan pada dunia industri.
Dojo School sebagai program yang diselenggakan oleh ADM sudah berdiri sejak tahun 2019 dan kata “Dojo” berasal dari bahasa Jepang yang berarti tempat pelatihan. Program Dojo School ini merupakan bagian dari program CSR ADM pada Pilar Pintar Bersama Daihatsu yang sudah melakukan pengimbasan kepada 445 sekolah khususnya SMK yang dibina oleh ADM.
Manfaat dari keberadaan program Dojo School ini dirasakan secara nyata oleh peserta didik yang menerima kurikulum dan sekaligus pelatihan manufaktur selama tiga tahun masa pendidikan di sekolah. Selain itu, peserta didik akan mendapatkan kesempatan untuk bekerja di ADM tanpa adanya tes atau seleksi masuk. Program penyaluran kerja tersebut sudah berjalan sejak tahun 2023 melalui kerja sama yang dilakukan antara ADM dan para stakeholder SMK binaan ADM.
Tidak hanya pada sektor pendidikan, ADM juga menerapkan CSR pada sektor kesehatan melalui pilar Sehat Bersama Daihatsu. Menyasar kegiatan di Posyandu yang menjadi fokus utama untuk bidang kesehatan dan juga sebagai Integrasi Layanan Primer (ILP), berupa kader kesehatan hingga dilakukannya training untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
Selain itu melalui pilar Hijau Bersama Daihatsu yang merupakan bagian dari sektor lingkungan, ADM turut berperan dalam mengurangi dampak lingkungan dan berkontribusi membangun bisnis yang berkelanjutan, salah satunya memperkuat komitmen keberlanjutan melalui konservasi penyu, penanaman hutan dan juga penggunaan energi ramah lingkungan melalui panel surya.
Hal ini juga didukung dengan adanya kerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Periklanan (KPP), Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), maupun dengan Pemerintahan setempat.
Melalui pilar Sejahtera Bersama Daihatsu, ADM juga melakukan pembinaan kepada masyarakat lokal dan pelaku UMKM. Salah satu bentuk pemberdayaan atau pembinaan tersebut dilakukan pendampingan kepada pelaku UMKM dalam membuat “Keripik Sunyi” yaitu usaha keripik yang diproduksi oleh teman tuli.
Program ini diharapkan membentuk kemandirian ekonomi masyarakat dalam berwirausaha dan juga memenuhi kriteria sebagai bagian dari Desa Sejahtera Astra (DSA). Program DSA yang diluncurkan pada tahun 2018 serta berfokus pada pemberdayaan kewirausahaan berbasis potensi dan produk unggulan desa.
DSA melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, perguruan tinggi, komunitas, start-up, dan Kelompok Usaha Desa (KUD). Selain itu juga adanya DSA ini, diharapakan produknya dapat bermitra dengan ADM dimasa mendatang, karena bagaimana pun, melibatkan stakeholder dalam kegiatan CSR dapat meningkatkan hubungan perusahaan, masyarakat dan lingkungan menjadi positif.
Implementasi strategi komunikasi CSR dan juga stakeholder engagement yang telah dilakukan oleh ADM menjadi salah satu bukti nyata bahwa kegiatan CSR memiliki beragam manfaat bagi para stakeholder. Hal tersebut juga perlu didukung dengan keterlibatan dan hubungan yang baik yang dibangun keduanya.
Manager Departement CSR, Yazid juga mengungkapkan target kedepannya bahwa keuntungan UMKM dapat meningkat hingga 10% dari awal tahun hingga akhir tahun, sehingga dapat mewujudkan kemandirian bagi UMKM dan stakeholder yang terlibat.
Penulis adalah Mahasiswi Magister Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Jakarta (*)


















































