KENDARIPOS. CO. ID -- Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menggelar Pasar Murah sebagai upaya menekan laju inflasi sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah.
Gerakan ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai 10 hingga 13 Februari mendatang di pelataran kantor Disperindag Sultra.
Pasar Murah ini dilakukan menyusul kondisi inflasi Sultra yang mencapai 5,10 persen dan menempatkan daerah ini sebagai wilayah dengan inflasi tertinggi kedua secara nasional.
Melalui program tersebut, masyarakat diberikan akses untuk memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Sultra, La Ode Fitrah Arsyad, mengatakan Pasar Murah merupakan tindak lanjut dari hasil rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) serta arahan pimpinan daerah.
“Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi dari hasil rapat TPID dan arahan pimpinan. Inflasi kita saat ini berada di angka 5,10 persen, sehingga diperlukan langkah strategis, salah satunya melalui pelaksanaan pasar murah,” ujar La Ode Fitrah Arsyad ditemui di lokasi kegiatan, Selasa (10/2/2026).
Dia menjelaskan, kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung hingga Jumat, namun tidak menutup kemungkinan akan diperpanjang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
"Pelaksanaan sampai hari Jumat. Namun, jika antusiasme masyarakat masih tinggi, maka bisa diperpanjang hingga menjelang puasa. Bahkan satu minggu sebelum Idulfitri, rencananya pasar murah akan kembali dibuka,” jelasnya.


















































