Stafsus Presiden Cek Kesiapan Bandara Letkol Wisnu Sumberkima

8 hours ago 5

Bali Tribune / BANDARA - Stafsus Presiden Muhammad Qodari didampingi Ketua DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya cek kesiapan Bandara Letkol Wisnu Sumberkima untuk dikembangan menjadi bandara internasional

balitribune.co.id | Singaraja - Kunjungan Staf Khusus Presiden Republik Indonesia, Muhammad Qodari, ke Kabupaten Buleleng membawa harapan baru bagi percepatan pembangunan infrastruktur strategis di Bali Utara. Salah satu yang menjadi sorotan adalah rencana pengembangan Bandara Internasional Bali Utara. Dengan berbagai langkah tersebut, harapan masyarakat Bali Utara untuk memiliki bandara representatif kini semakin terbuka lebar.

Dalam kunjungannya, Qodari meninjau langsung Lapangan Terbang Letkol Wisnu yang berlokasi di Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak. Peninjauan ini dilakukan untuk melihat secara langsung kesiapan fasilitas serta potensi pengembangan bandara tersebut.

Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya, menyambut positif kunjungan tersebut. Ia menilai kehadiran Stafsus Presiden menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi Bali Utara di sektor transportasi udara kepada pemerintah pusat.

"Kami merasa terhormat atas kunjungan Staf Khusus Presiden. Lapangan Terbang Letkol Wisnu adalah bagian yang sangat perlu dipromosikan agar informasinya sampai ke telinga pemerintah pusat melalui Bapak Presiden," ujar Ngurah Arya, Rabu (8/4/2026).

Ia menjelaskan, peninjauan tersebut difokuskan pada kondisi landasan pacu (runway) serta kesiapan lahan penunjang di sekitar bandara. Menurutnya, secara teknis, Letkol Wisnu memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi bandara internasional.

Meski demikian, Arya menggarisbawahi pentingnya sinergi lintas pemerintahan dalam merealisasikan proyek ini. Ia menyebutkan bahwa Stafsus Presiden juga menekankan perlunya keselarasan antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat.

"Beliau menekankan pentingnya keselarasan langkah antara Pemkab Buleleng, Pemprov Bali, dan Pusat. Ini sejalan dengan wacana Gubernur Bali yang sebelumnya sudah menunjukkan respon positif terkait pengembangan bandara di Bali Utara," tambahnya.

Saat ini, skema pengembangan masih dalam tahap pembahasan di tingkat pusat. Namun demikian, Arya berharap komunikasi antara pemerintah daerah dan pusat terus berjalan intensif.

"Kini bolanya ada di pemerintah pusat. Kami berharap Bapak Gubernur dapat terus berkoordinasi dengan Staf Khusus Presiden untuk mematangkan rencana ini," tandasnya.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Bali tengah mematangkan sejumlah aspek teknis terkait rencana tersebut. Salah satunya adalah penyiapan lahan awal seluas sekitar 80 hektar untuk mendukung pengembangan kawasan bandara.

“Untuk tahap awal disiapkan lahan seluas 80 hektar untuk mendukung rencana pengembangan bandara Letkol Wisnu. Tentu akan ada berbagai perubahan besar di sekitar area bandara termasuk kemungkinan relokasi,” ungkap sumber terkait.

Sebelumnya, pengelolaan Bandara Letkol Wisnu telah sepenuhnya diambil alih oleh Pemprov Bali. Bandara yang memiliki luas total sekitar 15 hektar itu sebelumnya merupakan aset bersama antara Pemkab Buleleng dan Pemprov Bali. Pemkab Buleleng  memiliki lahan seluas 2 hektar dan berada di jalur landasan pacu bandara, sedangkan sisanya 13 hektar aset milik Pemprov Bali. Namun saat ini seluruh aset bandara yang memiliki landasan pacu (runway) sepanjang 960 meter telah sepenuhnya diambil alih Pemprov Bali. 

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan