Bali Tribune / KOMUNIKASI - Polsek Kota Singaraja melakukan komunikasi dengan unsur dan elemen masyarakat untuk menjaga situasi tetap kondusif, Minggu (31/8)
balitribune.co.id | Singaraja - Unjuk rasa berujung ricuh yang terjadi disejumlah tempat memicu ke khawatiran kondisi tersebut akan merembet ke Buleleng. Untuk mewaspadai gerakan anarkis dengan mendompleng aksi unjuk rasa, Polres Buleleng telah menetapkan wilayah hukumnya berstatus siaga satu. Kondisi itu ditandai dengan digelarnya apel siaga di polsek-polsek di bawah kendali Polres Buleleng.
Polsek Seririt dan Polsek Kota Singaraja salah satunya, Minggu (31/8) pagi, menggelar apel siaga dengan melibatkan unsur dan elemen masyarakat selain aparat Kepolisian dan TNI.
Ada unsur Pecalang sebagai polisinya desa adat, Bantuan Serbaguna (Banser) dari Ormas Nahdlatul Ulama (NU) serta Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) sebuah organisasi otonom milik Muhammadiyah.
Kapolsek Seririt AKP I Ketut Suparta, SH., MH membenarkan apel siaga dilakukan jajarannya untuk menindak lanjuti instruksi kewaspadaan setelah disejumlah tempat terjadi aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh bahkan hingga kasus penyerangan kantor polisi.
“Benar, kita menggelar apel siaga bersama melibatkan semua unsur di masyarakat,”terangnya usai apel.
Hal yang sama disampaikan Kapolsek Kota Singaraja Kompol I Gede Juli. Mantan Kepala Bagian SDM Polres Buleleng ini menyebut apel bersama itu sebagai upaya antisipasi jika ada ancaman kelompok tertentu yang ingin mengganggu kondusifitas yang selama ini sudah terjaga diwilayahnya.
Bahkan, status siaga satu diberlakukan untuk menjamin adanya kewaspadaan dan kekompakan masyarakat dalam menghadapi potensi gangguan keamanan dalam situasi yang tengah terjadi belakangan dibeberapa tempat.
“Ya masih (siaga satu), dengan menyiagakan semua unsur masyarakat bersama- sama diajak menjaga kemanan dan kondusifitas,” kata Kompol Gede Juli.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Buleleng Iptu Yohana Rosalin Diaz pun membenarkan Polres Buleleng saat ini sedang dalam status siaga satu. “Ya benar, kita (Polres Buleleng) dalam posisi siaga satu,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah (PD) Pemuda Muhammadiyah Buleleng, Muhammad Fardiansyah mengaku dilibatkan dalam apel bersama di Polsek Kota Singaraja bersama unsur dan elemen masyarakat lainnya. Ada unsur Pecalang, Banser dari NU dan Kokam yang merupakan reprsentasi Ormas Muhammadiyah.
“Kami mendukung upaya itu sebagai bentuk kewaspadaan untuk bersama-sama menjaga situasi agar tetap terjaga dan aman,” tandas pria yang akrab disapa Ardi ini.