Sampah Tak Terpilah Menumpuk di Pantai Kuta, Diduga Ulah Oknum Luar Kawasan

2 hours ago 2

balitribune.co.id | Mangupura - Permasalahan sampah masih menjadi pekerjaan rumah di kawasan pariwisata Pantai Kuta. Tumpukan sampah kembali ditemukan di sejumlah titik, meski upaya pembersihan rutin telah dilakukan oleh petugas.

Berdasarkan pantauan di lapangan, Senin (20/4/2026), terdapat dua titik tumpukan sampah yang cukup mencolok, masing-masing di sekitar area Beachwalk Shopping Center dan di depan Hotel Mamaka. Sampah yang terlihat sebagian besar terbungkus, namun didominasi jenis organik seperti batok kelapa.

Bendesa Adat Kuta, Komang Alit Ardana, saat dikonfirmasi membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebutkan bahwa sampah tersebut bukan berasal dari aktivitas di dalam kawasan pantai.

“Itu sampah yang ditempatkan oleh orang-orang dari luar pantai. Yang jadi masalah, sampahnya juga tidak dipilah,” ujarnya.

Menurutnya, fenomena pembuangan sampah oleh pihak luar ini kerap terjadi, terutama saat bersamaan dengan munculnya sampah kiriman yang terbawa arus laut ke pesisir.

“Kami temukan ada orang luar yang ikut membuang sampahnya di Pantai Kuta bersamaan dengan sampah kiriman yang sudah ada,” jelasnya.

Pihak pengelola pantai, lanjut Alit Ardana, telah melaporkan kondisi tersebut kepada instansi terkait, termasuk Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung. Koordinasi pun telah dilakukan untuk mempercepat proses pengangkutan sampah.

Namun demikian, ia mengakui penanganan sampah belum maksimal karena keterbatasan armada pengangkut. Bahkan, pihak pengelola terpaksa menyewa kendaraan tambahan untuk membantu pengangkutan.

“Tadi malam ada pengangkutan sampah menggunakan armada sewaan di area stage Kuta Beach,” katanya.

Selain mempercepat pembersihan, pihaknya juga berencana meningkatkan pengawasan di kawasan pantai guna mencegah pembuangan sampah ilegal. Pengelola di lapangan diminta lebih aktif melakukan pemantauan.

“Kami akan tingkatkan pengawasan. Penanganan masih terus diupayakan, tapi memang kendalanya ada pada keterbatasan armada dan lokasi pembuangan akhir,” ungkapnya.

Ia menegaskan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan DLHK Badung agar persoalan sampah di Pantai Kuta dapat segera teratasi dan tidak mengganggu citra pariwisata.

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan