Bali Tribune / VAKSINASI - Petugas melakukan vaksinasi rabies pada anjing peliharaan warga.
balitribune.co.id I Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Pertanian dan Pangan terus mempercepat program vaksinasi rabies pada hewan penular rabies (HPR), terutama anjing. Dari total 115 ribu dosis vaksin yang disiapkan, hingga kini baru sekitar 10 ribu dosis yang telah terealisasi di lapangan.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Badung drh I Gusti Ngurah Narendra Putra, menjelaskan bahwa ratusan ribu dosis vaksin tersebut berasal dari dua sumber, yakni pengadaan daerah dan bantuan provinsi. "Total vaksin yang tersedia saat ini sebanyak 115 ribu dosis, terdiri dari 75 ribu dosis pengadaan Pemkab Badung dan 40 ribu dosis bantuan dari Pemprov Bali," ujarnya, Senin (20/4/2026).
Ia mengungkapkan, dari jumlah tersebut, vaksinasi yang sudah berjalan baru menjangkau sebagian wilayah, khususnya di Kecamatan Kuta Selatan. Namun, pelaksanaan di wilayah Pecatu masih belum dilakukan. "Yang sudah disuntikkan itu hampir seluruh wilayah Kuta Selatan, kecuali Pecatu. Kami targetkan wilayah tersebut bisa mulai divaksin pada 25 April mendatang," jelasnya.
Secara keseluruhan, program vaksinasi ini menyasar sekitar 95 ribu ekor anjing yang tersebar di Kabupaten Badung. Jumlah dosis yang disiapkan disesuaikan dengan estimasi populasi guna mencapai cakupan optimal dalam pengendalian rabies.
Program vaksinasi massal dijadwalkan berlangsung selama empat bulan, mulai April hingga Juli 2026. Dalam periode tersebut, petugas kesehatan hewan akan turun langsung ke lapangan untuk melakukan penyisiran sekaligus vaksinasi di wilayah-wilayah dengan populasi anjing tinggi. "Petugas akan menyisir wilayah secara bertahap, terutama di daerah dengan populasi anjing yang padat, agar cakupan vaksinasi bisa maksimal," katanya.
Meski demikian, layanan vaksinasi tidak akan berhenti setelah program massal berakhir. Pemerintah memastikan vaksinasi tetap dilanjutkan hingga akhir tahun untuk mengantisipasi kasus darurat. "Setelah Juli, vaksinasi tetap berjalan, terutama jika ada laporan gigitan anjing atau indikasi penyebaran rabies di suatu wilayah," tegasnya.
Narendra Putra juga menyebutkan bahwa sebaran populasi anjing di Badung tidak merata. Wilayah dengan populasi tertinggi berada di Kecamatan Kuta Selatan dan Kecamatan Mengwi, sehingga menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan vaksinasi. "Dua wilayah tersebut menjadi fokus utama karena populasinya paling banyak, sehingga berisiko lebih tinggi terhadap penyebaran rabies," imbuhnya.
Pemerintah Kabupaten Badung terus mengoptimalkan pemanfaatan stok vaksin yang tersedia melalui sinergi dengan Pemerintah Provinsi Bali. Langkah ini diharapkan mampu menekan penyebaran rabies sekaligus meningkatkan rasa aman masyarakat. "Dengan ketersediaan vaksin yang cukup dan pelaksanaan yang maksimal, kami berharap kasus rabies di Badung bisa dikendalikan," pungkasnya.


















































