Bali Tribune / DIRATAKAN - Gedung tua di RSUD Wangaya Denpasar diratakan, akan dibangun gedung baru.
balitribune.co.id I Denpasar - RSUD Wangaya merencanakan pengembangan infrastruktur besar-besaran dengan membangun gedung poliklinik terpusat (Policentral) setinggi lima lantai. Proyek ini terpaksa merobohkan gedung tua berusia 105 tahun demi mengakomodasi tingginya kunjungan pasien yang mencapai 400 hingga 500 orang per hari.
"Gedung yang saat ini digunakan sudah berusia sekitar 105 tahun, sehingga perlu dilakukan pengembangan berdasarkan hasil survei kebutuhan layanan masyarakat," ujar Direktur RSUD Wangaya, A.A. Made Widiasa, Minggu (7/6/2026).
Pemerintah Kota Denpasar telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp100 miliar melalui APBD 2026 untuk mendukung proyek ini. Selain itu, manajemen rumah sakit merencanakan pembangunan Gedung II melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) yang ditargetkan terealisasi pada 2027. Fasilitas baru tersebut akan dilengkapi ruang rawat inap tambahan serta area parkir basement.
Saat ini, tingkat kunjungan pasien di RSUD Wangaya naik sekitar 6 persen setiap tahun, memposisikannya di peringkat ketiga rumah sakit rujukan di Bali. Untuk menunjang capaian tersebut, kapasitas UGD ditingkatkan hingga 30 tempat tidur. RSUD Wangaya juga mengembangkan layanan Stroke Center, penambahan 50 unit freezer kamar jenazah, serta pembangunan lima rumah duka.
Dari sisi finansial, pendapatan rumah sakit pada 2025 mencapai Rp120 miliar dan diproyeksikan naik menjadi Rp129 miliar pada 2026. Guna memenuhi kebutuhan 161 jenis alat kesehatan, RSUD Wangaya telah menerima 100 unit alat melalui hibah, sehingga tersisa 61 jenis alat yang perlu dipenuhi.
Widiasa memastikan kebutuhan dokter spesialis sudah terpenuhi sesuai standar. "Rumah sakit terus mengembangkan layanan unggulan seperti kanker, jantung, saraf, uronefrologi, hingga pengoperasian Cathlab yang saat ini masih dalam proses perizinan," pungkasnya.


















































