KENDARIPOS.CO.ID -- Pemerintah Kota Kendari menggelar langkah konkret dalam memerangi stunting dengan meluncurkan program "Satu ASN Satu Anak Asuh", yang mendorong aparatur sipil negara untuk terlibat langsung sebagai orang tua asuh bagi anak-anak yang terindikasi stunting.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda menyatakan penanganan stunting bukan hanya tanggung jawab dinas kesehatan, melainkan moral seluruh elemen pemerintah.
"Masalah stunting adalah prioritas nasional. Walikota menginginkan aksi nyata, di mana ASN bukan lagi sekadar administrator, tapi garda terdepan yang mendampingi tumbuh kembang anak-anak kita," ujarnya, Rabu (11/2/2026).
Program ini memiliki tiga poin utama. Pertama, pola orang tua asuh. Setiap pejabat eselon hingga staf Pemkot diminta memantau perkembangan gizi minimal satu anak stunting di wilayah kerja atau tempat tinggalnya
Poin kedua, intervensi gizi spesifik. ASN bertugas memastikan bantuan nutrisi seperti telur, susu, dan makanan tambahan sampai tepat sasaran dan terkonsumsi.
Ketiga, edukasi keluarga Selain materi, ASN juga memberikan pemahaman tentang pola asuh dan sanitasi lingkungan yang sehat.
Sahuriyanto menambahkan Dinas Kominfo berperan aktif dalam mengintegrasikan data anak stunting secara akurat.
"Kami memastikan data by name by address sinkron, sehingga setiap ASN tahu siapa yang mereka bantu dan perkembangannya setiap bulan. Ini untuk transparansi dan efektivitas," jelasnya.
Langkah kolaboratif ini diharapkan dapat menurunkan angka stunting di Kendari secara signifikan dan menumbuhkan empati serta jiwa sosial di kalangan birokrasi. (lis)


















































