Puting Beliung Terjang Sesandan, Atap 9 Rumah Warga Porak-poranda

13 hours ago 7

Rumah rusak

Bali Tribune / RUSAK - Satu rumah di Banjar Sesandan Dangin Yeh, Desa Sesandan, Kecamatan Tabanan yang atapnya rusak akibat diterpa angin beliung pada Selasa (7/4/2026).

balitribune.co.id I Tabanan - Angin puting beliung menerjang sejumlah rumah di lingkungan Banjar Sesandan Dangin Yeh, Desa Sesandan, Kecamatan Tabanan pada Selasa (7/4/2026) sore. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan, setidaknya ada sembilan rumah warga yang atapnya mengalami kerusakan akibat peristiwa itu. 

Kemunculan angin puting beliung itu sendiri terjadi secara tiba-tiba sesaat sebelum hujan melanda lingkungan banjar tersebut sekitar pukul 14.00 Wita. Perbekel Desa Sesandan I Nengah Suarya mengonfirmasi bahwa dampak utama dari terjangan angin tersebut adalah kerusakan serius pada bagian atap bangunan milik warga. Saat ini, warganya bersama petugas dari BPBD Tabanan sedang berusaha membersihkan puing-puing genteng yang berserakan di sekitar rumah yang diterpa angin puting beliung itu. "Dari laporan yang kami terima sembilan rumah warga alami kerusakan. Terutama kerusakan pada atap genteng bangunan rumah dan dapur milik warga," ungkap Suarya.

Meskipun kerusakan bangunan dilaporkan cukup merata di delapan titik rumah, Suarya memastikan tidak ada warga yang menjadi korban luka maupun jiwa dalam musibah tersebut. "Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun lumayan terjadi kerusakan pada atap rumah warga," imbuhnya.

Kepala Seksi atau Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Tabanan I Putu Trisna Widiatmika, menyebutkan angin kencang itu muncul tiba-tiba sesuai keterangan warga. Selain merusak rumah, terjangan angin tersebut juga mengakibatkan sebuah pohon besar yang berada di dekat area rumah warga tumbang. Laporan sementara tidak ada korban jiwa. Tapi, atap rumah sembilan KK (kepala keluarga) rusak, sebutnya.

Saat ini, sambungnya, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Tabanan sedang membersihkan puing-puing atap yang berserakan bersama warga setempat. Selain itu, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan PLN untuk mengantisipasi potensi bahaya listrik akibat kerusakan bangunan dan pohon tumbang pascakejadian.

Untuk sementara, pihaknya belum bisa memastikan nilai kerugian akibat bencana itu. Pihaknya masih fokus melakukan pembersihan. "Soal berapa nilai kerugiannya belum bisa kami tentukan. Kami masih fokus bersih-bersih (genteng yang berserakan) bersama warga, tegasnya. 

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan