Bali Tribune / NARKOBA - Suasana di depan Delona Cafe, Jalan Gunung Salak, Denpasar Barat, yang menjadi salah satu lokasi penggerebekan oleh Subdit Narkoba Bareskrim Mabes Polri pada Kamis (2/4/2026) dini hari. Dalam operasi ini, petugas berhasil menyita barang bukti ribuan butir ekstasi.
balitribune.co.id | Denpasar - Untuk ke tiga kalinya kurang dari sebulan Polda Bali kecolongan. Dan Subdit Narkoba Bareskrim Mabes Polri terus menunjukkan taringnya dalam memberantas narkoba di Bali. Setelah menggerebek sebuah tempat hiburan malam ternama di Denpasar, dua pekan lalu, Mabes Polri kembali menggerebek dua tempat hiburan malam di Denpasar pada Kamis (2/4/2026) dini hari. Ada apa dengan Polda Bali?
Informasi yang berhasil dihimpun Bali Tribune mengatakan, penggerebekan pertama di Cafe Living di Jalan Gunung Salak Denpasar Barat pada pukul 00.10 Wita. Dari penggerebekan itu, Mabes Polri mengamankan manager cafe, waitres dan beberapa orang pengunjung. Dari tempat ini pula, polisi menyita barang bukti ribuan butir ekstasi.
"Tapi berapa jumlah orang yang diamankan dan barang bukti yang disita, kurang tahu persis karena Mabes yang menggerebek," ungkap seorang petugas kepada Bali Tribune.
Tidak berhenti disini saja. Polisi melakukan pengembangan, kemudian menggerebek Cafe Delona di Jalan Taman Pancing Denpasar Selatan beberapa saat kemudian. Di Delona Cafe ini, polisi mengamankan lima orang yang terdiri dari manager Cafe Delona, waitres dan pengunjung serta sejumlah barang bukti. Informasinya, di kedua tempat hiburan ini diduga kuat punya satu bandar narkoba yang merupakan residivis kasus narkoba dan baru menghirup udara bebas beberapa waktu lalu.
"Living dan Delona ini satu bandar besar. Tapi dia berada di belakang layar, hanya kaki tangannya yang bermain dengan melibatkan orang dalam di kedua tempat hiburan ini. Kerena itu Bareskrim Polri sikat habis narkoba di Bali. Tapi bagaimana dengan Polda Bali kecolongan beruntun," ujarnya.
Kedua tempat hiburan ini sudah menjadi Target Operasi (TO) Mabes Polri. Untuk Cafe Delona mempunyai beberapa kali catatan kelam tentang narkotika. Sebelumnya Polda Bali melakukan razia dan mendapatkan narkotika dan terakhir setahun yang lalu, seorang oknum anggota Polres Gianyar yang diamankan karena hasil test urinenya positif narkoba di Cafe Delona.
"Sudah jadi TO-nya Mabes. Anggota Mabes beberapa hari ini nyamar sebagai tamu kemudian pesan barang bayar lalu ditangkap. Dan ini keterlibatan orang dalam, karena mulai dari waitres, kasir sampai managernya diamankan," terangnya.
Sementara Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy yang dikonfirmasi Bali Tribune melalui pesan Whatshapp hingga berita ini dinaikan belum memberikan respon.


















































