Bali Tribune / MEMILAH - Sampah yang dipilah di kalangan sekolah dasar untuk membiasakan siswa/siswi memilah sampah sejak dini
balitribune.co.id | Mangupura - Tidak hanya kalangan rumah tangga saja yang diwajibkan untuk mengolah sampah organik secara mandiri. Di ruang lingkup pendidikan pun mulai mengedukasi anak didiknya sejak usia dini untuk mampu mengolah sampah organik di sekolah. Seperti yang diterapkan SD Negeri 4 Abiansemal Kabupaten Badung yang telah mempraktikkan pengolahan sampah organik di lingkungan sekolah. Upaya yang dilakukan pihak sekolah ini diharapkan akan diterapkan di rumah masing-masing peserta didiknya.
Kepala SD 4 Abiansemal, I Gusti Ngurah Wisnu Saputra mengatakan program pengelolaan sampah berbasis sumber diterapkan di sekolah. Hal ini untuk membiasakan para peserta didik atau siswa/siswi sekolah dasar tersebut membudayakan hidup bersih dan mengelola sampah sejak usia dini.
"Di sekolah ini disebut program Melimpah yakni memilah dan memilih sampah organik yang diolah menjadi pupuk, dan anorganik termasuk plastik dikumpulkan untuk diolah menjadi bahan bakar minyak," katanya beberapa waktu lalu di sekolah setempat, Badung.
Kegiatan Melimpah ini bertujuan meningkatkan kesadaran anak-anak tentang pentingnya menjaga lingkungan. Dengan membiasakan siswa/siswi memilah sampah sejak dini diharapkan pola pikir peduli lingkungan dapat terbawa hingga ke rumah dan kehidupan sehari-hari.
Program Melimpah yang dilakukan di sekolah menjadi salah satu terobosan untuk menanamkan budaya peduli lingkungan, selain mengajarkan keterampilan praktis mendaur ulang sampah, lewat program Melimpah akan membiasakan siswa/siswi memilah sampah dimulai dari di usia muda. Mengingat adanya kebijakan baru per 1 April 2026 TPA Suwung Denpasar hanya menerima anorganik dan residu, sementara sampah organik tidak diperbolehkan masuk TPA Suwung, semua pihak diwajibkan untuk mengolah sampah organik dari sumbernya.

















































