Liburan Berujung Duka, Pelajar 6 Tahun Asal Lombok Tewas Tenggelam di Glamping Kintamani

18 hours ago 3

Bali Tribune / OLAH TKP - Petugas kepolisian saat lakukan olah TKP di Privat Pool Galmping The Kamsa, Bangli. di mana seorang pelajar asal Lombok tewas tenggelam

balitribune.co.id | Bangli - Malang benar nasib yang dialami Shabira Yasmin Satriawan (6), seorang pelajar asal Selaparang, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Saat sedang berlibur bersama keluarganya, korban dinyatakan meninggal dunia akibat tenggelam di kolam renang Glamping The Kamsa, yang beralamat di Banjar Yeh Panes, Desa Songan A, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, pada Senin (14/7/2026) sekitar pukul 17.00 WITA.

Informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa tragis ini bermula saat korban bersama kedua orang tuanya melakukan check-in di Glamping The Kamsa pada Senin (13/7/2026) sekitar pukul 16.00 WITA. Tak lama berselang, korban didampingi kedua orang tuanya, Fadli Satriawan (34) dan Roslina (34), berenang di private pool yang memiliki panjang 10 meter dengan kedalaman 130 cm. Kolam tersebut memang disediakan secara khusus bagi tamu yang menginap di cabin. Kuat dugaan, saat berenang korban tidak menggunakan baju pengapung yang sebenarnya telah disediakan oleh pihak pengelola.

Melihat korban tenggelam, orang tua korban yang berprofesi sebagai tenaga medis berusaha memberikan pertolongan pertama sembari berteriak meminta bantuan. Karyawan glamping yang mendengar teriakan tersebut segera melarikan korban ke Puskesmas Kintamani V untuk mendapatkan tindakan medis. Namun, takdir berkata lain; setelah menjalani penanganan intensif selama kurang lebih satu jam, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

Kapolsek Kintamani, Kompol I Made Puja Rimbawa, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. "Petugas telah turun ke lokasi guna melakukan olah TKP dan memintai keterangan dari sejumlah saksi," ujarnya.

Berdasarkan keterangan orang tua korban, saat kejadian korban sempat ditinggal sendirian di kolam. Sang ibu sedang berada di toilet, sementara ayahnya masuk ke dalam kamar untuk mengganti popok adik korban yang masih berusia 2 tahun. "Saat ayah korban kembali ke area kolam, ia menemukan anaknya dalam posisi tenggelam," jelas Kompol Puja Rimbawa.

Menurut hasil pemeriksaan luar terhadap jenazah oleh tenaga medis Puskesmas Kintamani V, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Ditemukan indikasi tenggelam berupa keluarnya busa halus dari mulut dan hidung, serta kulit yang mengkerut akibat terlalu lama di dalam air.

Pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai sebuah musibah. "Jenazah korban pada malam itu juga langsung diberangkatkan menuju kampung halamannya di Lombok," pungkas Kompol Puja Rimbawa.

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan