KENDARIPOS.CO.ID --Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari berencana merealisasikan program pencetakan sawah nasional di wilayah Amohalo, meskipun kuota awal 500 hektar yang diperoleh dari Kementerian Pertanian RI belum dapat terpenuhi seluruhnya. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kota.
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran mengungkapkan porsi pencetakan sawah seluas 500 hektar telah disalurkan oleh pusat, namun perlu tindak lanjut cepat agar tidak harus dikembalikan.
"Saya sudah upayakan, kalau tidak ditindak lanjuti ya terserah dan akan dikembalikan ke pusat. Tapi masa tidak ada lahan di Kendari ini yang bisa dicetak menjadi sawah. Kalau butuh bantuan irigasi dan lainnya tinggal koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU)," tegasnya, Selasa (10/2/2026)
Menurut Wali Kota, program pencetakan sawah ini merupakan bagian dari gerakan nasional untuk mencapai swasembada pangan. Ia juga menyampaikan kekhawatiran terkait alur distribusi padi lokal yang belum optimal.
"Saya menyayangkan, produksi padi di Kendari selama ini justru dibawa ke luar daerah untuk digilingkan, kemudian hasil berasnya dijual lagi di Kendari dengan harga yang lebih mahal. Padahal itu potensi besar untuk meningkatkan PAD. Apa karena Kendari ini kota, jadi tidak mau menggarap potensi pertaniannya?" ujarnya dengan nada prihatin.
Ketika dikonfirmasi terkait implementasi program tahun ini, Kepala Dinas Pertanian Kendari, Imran Ismail, mengakui bahwa untuk mencapai target 500 hektar masih menghadapi kendala ketersediaan lahan. Namun, pihaknya berkomitmen untuk merealisasikan sebagian target awal.


















































