Jelang Puncak Karya Agung Ida Betara Turun Kabeh, Belasan Ribu Pemedek Ikuti Upacara Melasti ke Tegal Suci

7 hours ago 6

Bali Tribune / PEMELASTIAN - Belasan ribu pemedek memadati kawasan Pura Agung Besakih untuk mengiringi prosesi pemelastian Ida Betara Kabeh menuju Tegal Suci, Desa Menanga, Rendang, Karangasem pada Selasa (31/3/2026)

balitribune.co.id I Amlapura - Jelang puncak karya agung Ida Betara Turun kabeh yang akan berlangsung pada Purnama Sasih Kedasa, Wraspati Wage Watugunung, pada Kamis (2/4/2026) ini, Belasan ribu pemedek tumpah ke Pura Agung Besakih untuk ikut mengiringi Ida Betara Kabeh Melasti ke Tegal Suci, Desa Menanga, Kecamatan Rendang, Karangasem, pada Selasa (31/3/2026) lalu, atau pada Pinanggal Anggara Paing Watugunung, dalam rangkaian Karya Agung Ida Betara Turun Kabeh.

Pemangku Pura Agung Besakih, Jro Gede Anglurah Bendesa, menyampaikan, Upacara Melasti merupakan sebuah upacara sebagai wujud untuk menghilangkan kekotoran pada Buana Agung maupun Buana Alit, “Kemudian mengiring semua sarana upakara baik itu Piranti Uparangga, Pretima atau Prelingga Ida Betara, ke mata air yang disucikan,” jelasnya.

Sementara itu, iringan Pemelastian diawali dari pralingga ida betara yang berstana di Pura Catur Lawa, yakni Pura Ratu Pasek dengan warna putih selaku Penyade di Pura Gelap, Pura Ratu Pande dengan warna merah selaku Penyade di Pura Kiduling Kreteg, Pura Ratu Penyarikan dengan warna kuning selaku Penyade di Pura Ulun Kulkul dan Pura Ratu Dukuh dengan warna hitam selaku Penyade di Pura Batumadeg.

Iringan kemudian diikuti oleh Pralingga Ida Betara Lingsir yang berstana di Pura Penataran Agung, dilanjutkan dengan iringan Jempana Pralingga Pura dari seluruh pura pedarman yang ada di komplek Pura Besakih dan yang terakhir dari posisi 26 komplek pura tersebut yang paling belakang adalah Pralingga Ida Betara Wisnu, baru kemudian diikuti pralingga pedarman-pedarman yang ikut serta dalam upacara Pemelastian tersebut. 

Dalam upacara pemelastian ini, pemedek yang ikut mundut harus berjalan kaki dari Pura Penataran Agung Besakih menuju tempat Pemelastian di Tegal Suci sejauh delapan kilometer.  Upacara melasti ini dipuput oleh dua orang Sulinggih, dimana satu Sulinggih muput di Pesamuan Agung dan satu orang Sulinggih lainnya muput di tempat Pemelastian di Tegal Suci.

Sementara itu, sehari sebelumnya yakni pada Senin (30/3/2026) sore, yakni pada Pinanggal Soma Umanis Watu Gunung, Ribuan pemedek dari berbagai daerah di Bali mengikuti prosesi Nedunang Ida Betara, dalam rangkaian Karya Agung Ida Betara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih. Bendesa Adat Besakih, Jro Mangku Made Widiarta, menjelaskan, prosesi Nedunang atau Menstanakan Pralingga Ida Bhatara Kabeh di Bale Pesamuan Agung dilakukan secara berurutan yakni diawali dari Pralingga pralingga Ida Bhatara Luhuring Ambal-ambal, disusul  Pralingga Ida Bhatara Kiduling Kreteg, Pralingga Ida Bhatara Soring Ambal-Ambal, Pralingga Ida Bhatara Prajapati Hyang Aluh dan terakhir adalah Pralingga Ida Bhatara Batu Madeg.

Bersamaan dengan Nedunang Pralingga Ida Bhatara Pura Agung Besakih, prosesi yang sama diselenggarakan pula di pura Catur Lawa, Ida Ratu Pasek, Ida Ratu Pande, Ida Ratu Dukuh dan Ida Ratu Penyarikan, serta pura 12 Pedharman yang ada di kawasan Pura Agung Besakih yang dilaksanakan oleh Pangempon pura pedharman masing-masing.

Setelah seluruh pralingga Ida Bhatara Pura Agung Besakih distanakan di Pesamuan Agung, prosesi selanjutnya dilakukan pemujaan oleh Sulinggih di Bale Gajah, dimana pemujaan upacara Nedunang Pralingga Ida Bhatara Pura Agung Beskaih diakhiri dengan persembahyangan bersama di Natar Pura Penataran Agung Besakih. 

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan