
--Pentingnya Literasi Pengelolaan Keuangan
KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID--Teknologi komunikasi berkembang begitu pesat. Kemajuan ini turut mengubah perilaku individu terutama bagi mereka yang tiap saat berselancar di dunia maya dan berinteraksi di sosial media (sosmed). Beragam tren maupun istilah gaul bermunculan.
Dalam budaya digital, FOMO, YOLO dan FOPO kini menjadi tren. FOMO singkatan dari Fear of Missing Out atau takut ketinggalan. Artinya, tidak mau ketinggalan dalam kegiatan atau pengalaman tertentu. Kalau YOLO adalah You Only Live Once. Yang artinya kamu hanya hidup sekali. Sebelum kematian itu tiba, setiap individu harus memanfaatkan setiap peluang.
Sementara FOPO adalah Fear of Other People's Opinions. Yang dalam bahasa Indonesia artinya ketakutan terhadap pandangan atau pendapat orang lain. Ketiga istilah yang menjadi tren ini dipengaruhi beragam faktorfaktor seperti media sosial, tekanan lingkungan, pola asuh hingga budaya populer.

Senin (20/1), Kendari Pos kedatangan tamu spesial. Dia adalah Nisrina Hamid SP MP., CMA. Kunjungan dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) untuk memenuhi undangan menjadi narasumber pada podcast Kendari Pos (KP) Channel. Kedatangan mantan wartawan TVRI ini disambut jajaran manajemen.
Topik pembahasan podcast kali ini mengangkat tema FOMO, FOPO dan FOYO : menggali dinamika perilaku konsumen di era digital. Podcast ini dipadu Wakil Direktur (Wadir) Kendari Pos Awal Nurjadin berjalan menarik. Pasalnya, pola pikir dan gaya hidup setiap individu yang bisa terjebak gaya hidup hedonis.
"Setiap orang harus terus belajar dan memahami tentang keuangan pribadi. Untuk itulah, perlu literasi agar dapat mengelola sumber daya dan keuangan secara efektif, meraih tujuan finansial, dan menghadapi masa depan dengan lebih percaya diri," jelas Nisrina Hamid ketika tampil di podcast KP Channel kemarin.
Secara garis besar, YOLO menyebabkan individu enggan berinvestasi dan cenderung boros. Begitu pun FOMO. Sebab mereka takut kalau tak ikut-ikutan temannya. Padahal dalam situasi ekonomi saat ini, setiap individu harus lebih bijak mengelola keuangan. Yang paling penting, terhindar dari kejahatan finansial di era perkembangan digital yang pesat seperti pinjaman online (pinjol).
Dialog bersama Nisrina Hamid cukup menarik. Bagi pembaca yang ingin melihat secara utuh pembahasan ini, ada baiknya menonton langsung melalui kanal YouTube Kendari Pos Channel. Atau bisa juga melalui terbitan Kendari Pos hari ini dan jejaring media online Kendari Pos. (c/rah)