Bali Tribune / PKL - Satpol PP Kota Denpasar kembali melakukan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di kawasan Jalan Kamboja, Jumat (10/4/2026).
balitribune.co.id I Denpasar - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar kembali menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Jalan Kamboja, Jumat (10/4/2026). Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menegakkan Perda Ketertiban Umum dan penataan ruang kota.
Kepala Satpol PP Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Bawa Nendra, menyatakan bahwa penertiban ini adalah agenda rutin untuk memastikan lingkungan tetap bersih dan nyaman. "Ini langkah berkelanjutan agar fungsi ruang publik dimanfaatkan sebagaimana mestinya," ujarnya.
Dalam aksi tersebut, petugas menindak empat pedagang, yakni dua penjual kopi keliling, satu pedagang bakso, dan satu pedagang cilok. Sementara itu, beberapa pedagang lain sempat melarikan diri saat petugas tiba.
Keempat pedagang yang terjaring akan dipanggil resmi untuk menghadap Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). Bawa Nendra menegaskan bahwa tindakan ini diambil untuk memberikan efek jera. "Kami tidak melarang masyarakat berjualan, namun harus dilakukan di tempat yang sesuai aturan agar tidak mengganggu keindahan kota," pungkasnya.
Dalam penertiban tersebut, petugas berhasil menindak sejumlah pedagang yang masih berjualan di lokasi yang tidak semestinya. Adapun PKL yang berhasil ditertibkan terdiri dari dua pedagang kopi keliling, satu pedagang bakso, dan satu pedagang cilok. Sementara itu, beberapa pedagang lainnya diketahui melarikan diri saat petugas tiba di lokasi.
Terhadap keempat pedagang yang berhasil ditertibkan, Bawa Nendra menegaskan bahwa Satpol PP akan memberikan tindakan lanjutan berupa pemanggilan resmi melalui Surat Panggilan untuk menghadap Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). Langkah ini diambil sebagai bentuk efek jera agar para pelanggar tidak kembali mengulangi perbuatannya.
Kami akan memanggil mereka untuk diproses lebih lanjut. Ini sebagai efek jera agar tidak kembali melanggar aturan. Namun perlu kami tegaskan, pemerintah tidak melarang masyarakat untuk berjualan, tetapi harus dilakukan di tempat yang telah ditentukan dan sesuai aturan, tegasnya.
Menurut Bawa Nendra, keberadaan PKL di lokasi yang tidak sesuai dapat mengganggu ketertiban, keindahan, serta fungsi fasilitas umum. Oleh karena itu, penertiban akan terus dilakukan secara berkelanjutan guna menjaga wajah Kota Denpasar sebagai kota yang tertib dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan.
Penertiban ini sangat penting untuk menjaga wajah kota. Kami akan terus melaksanakan kegiatan ini secara rutin demi menciptakan lingkungan yang tertib dan harmonis, pungkasnya.
Dengan adanya penertiban ini, diharapkan para pedagang dapat lebih memahami pentingnya menaati aturan yang berlaku, serta bersama-sama menjaga ketertiban dan keindahan Kota Denpasar.


















































