Bupati Azhari Perkuat Jaring Pengaman Sosial, Nelayan dan Pekerja Rentan Kini Terlindungi

2 weeks ago 27
Bupati Buteng, Azhari didampingi Wakil Bupati serahkan kartu BPJS ketenagakerjaan.

Kendaripos.co.id -- Pemerintah Kabupaten Buton Tengah terus memperkuat jaring pengaman sosial bagi masyarakat pekerja rentan melalui program perlindungan BPJS Ketenagakerjaan. Rabu pagi, Bupati Buton Tengah Azhari secara simbolis menyerahkan kartu kepesertaan kepada para pencari nafkah, sekaligus menyalurkan santunan jaminan sosial kepada keluarga korban kecelakaan kerja.

Bupati Azhari mengatakan bahwa program tersebut merupakan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan para kepala keluarga yang bekerja di sektor informal tetap mendapatkan perlindungan apabila mengalami risiko kerja.

“Tahun 2025 kita sudah mengakomodir seribu pencari nafkah dalam program BPJS Ketenagakerjaan, dan tahun ini kita tambah seribu orang lagi. Ini penting karena mereka adalah tulang punggung keluarga. Kalau terjadi kecelakaan kerja, maka negara melalui pemerintah daerah hadir memberikan perlindungan,” kata Azhari, Rabu (11/2).

Ia menambahkan, mayoritas masyarakat Buton Tengah bekerja di sektor berisiko tinggi seperti nelayan, petani dan pekerja lapangan lainnya. Karena itu, perlindungan jaminan sosial menjadi kebutuhan mendasar, bukan lagi sekadar program tambahan.

Selain itu, perluasan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan akan terus dilakukan secara bertahap agar semakin banyak pekerja rentan di Buton Tengah mendapatkan perlindungan menyeluruh. Pemerintah daerah menargetkan tidak ada lagi kepala keluarga yang bekerja tanpa jaminan keselamatan kerja.

"Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah menghadirkan rasa aman bagi masyarakat pekerja, sekaligus memastikan bahwa risiko pekerjaan tidak berujung pada kemiskinan baru bagi keluarga yang ditinggalkan," tambahnya.

Pada kesempatan itu, pemerintah daerah juga menyerahkan klaim santunan kepada keluarga almarhum Laode Zuhaidin, warga yang meninggal dunia akibat kecelakaan laut setelah kapal yang ditumpanginya terbalik di wilayah Talaga beberapa waktu lalu.

"Total santunan yang diberikan mencapai Rp239.500.000. Rinciannya Rp70 juta diserahkan kepada istri almarhum, sementara sisanya dialokasikan sebagai beasiswa pendidikan untuk anak-anak almarhum hingga jenjang pendidikan tertentu," tambahnya.

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan