Bali Tribune / JEMBATAN GARUDA - Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan meninjau pembangunaan jembatan garuda di wilayah Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana.
balitribune.co.id I Negara - Akses untuk mobilitas warga di Kecamatan Mendoyo akhirnya kembali terhubung. Personil TNI AD bersama masyarakat bahu membahu bergotong royong untuk membangun jembatan garuda di wilayah Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana. Tepatnya, di dua lokasi, yakni Banjar Sekar Kejulo Kelod, Desa Yehembang Kauh dan Banjar Nusamara, Desa Yehembang Kangin.
Pembangunan dua jembatan ini mendapat apresiasi dari Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan. Ia mengapresiasi semangat kebersamaan TNI bersama masyarakat bergotong royong dalam mempercepat pembangunaan jembatan garuda di wilayah tersebut.
Diketahui, kedua jembatan tersebut sebelumnya putus setelah diterjang banjir bandang pada tahun 2022 lalu, sehingga menyebabkan akses puluhan warga jadi terputus. "Terima kasih kepada jajaran TNI AD khususnya Kodam IX/Udayana dan Kodim 1617 Jembrana atas program stategis jembatan garuda ini. Jembatan ini tentu sangat diperlukan sekali bagi warga untuk akses ekonomi, akses fasilitas kesehatan, dan anak-anak bersekolah," ujarnya.
Bupati Kembang juga turut mengapresiasi peran aktif masyarakat dalam membantu jajaran TNI pada pembangunan jembatan garuda ini. Diharapan dari awal dikerjakaan bersama-sama secara gotong royong nantinya timbul rasa memiliki dan tanggungjawab. "Nanti kalau sudah jadi jembatannya, dijaga dan dirawat bersama-sama. Termasuk juga kebersihan sepadan jalan itu diperhatikan. Tolong gotong royongnya juga diperkuat lagi," tutupnya.
Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Jembrana berkolaborasi dengan TNI AD melalui Kodim/1617 Jembrana dalam pembangunan Jembrana. Groundbreaking pembangunan Jembatan Perintis Garuda telah dilaksanakan pada Senin (30/3/2026). Pembangunan Jembrana Perintis Garuda ini diharapkan menjadi urat nadi baru yang memperkuat konektivitas serta untuk mendongkrak roda ekonom antar desa di wilayah tersebut.
Wabup I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) saat melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) bersama Dandim 1617 Jembrana, Letkol Inf. Sy. Gafur Thalib menegaskan bahwa kolaborasi dengan TNI merupakan langkah taktis untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di daerah yang sulit dijangkau. "Sinergi antara Pemkab Jembrana dan TNI adalah bukti nyata kehadiran negara di tengah masyarakat,” ungkap Wabup Ipat.
“Jembatan Garuda ini bukan sekadar bangunan fisik, tapi jembatan harapan bagi warga untuk akses ekonomi yang lebih baik. Dengan adanya jembatan ini, diharapkan akses bagi kurang lebih 19 KK yang terdampak akan bisa kembali pulih. Saya juga mendengar banyak siswa sekolah yang harus tinggal kos di sebelah karena putusnya akses antar desa ini. Semoga program ini bisa segera mengembalikan akses wilayah tersebut," ujarnya.
Sementara itu Kepala Staf Kodam (Kasdam) IX/Udayana, Brigjen TNI Taufiq Hanafi saat peletakan batu pertama menyampaikan pembangunan kedua jembatan perintis ini merupakan bagian dari program nasional tahap 3 dan tahap 4 dengan total 376 titik di seluruh Indonesia. “Di wilayah Kodam IX/Udayana, direncanakan pembangunan 24 titik jembatan gantung yang tersebar di tiga wilayah korem termasuk di Jembrana,” tandasnya.


















































