Bali Tribune / KETERANGAN - Direktur Olahraga Red Bull Cliff Diving Orlando Duque bersama juara dunia Rhiannan Iffland (kanan) dan atlet wild card Aidan Heslop saat memberikan keterangan pers terkait persiapan kompetisi di Bali, Rabu (20/5/2026)
balitribune.co.id | Nusa Penida - Pantai Kelingking di Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali, resmi ditetapkan sebagai lokasi pembuka ajang olahraga ekstrem bertaraf internasional, Red Bull Cliff Diving World Series 2026. Kompetisi bergengsi ini akan berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis (21/5) hingga Sabtu (23/5/2026).
Sebanyak 24 atlet cliff diving (loncat tebing) pria dan wanita terbaik dunia dari berbagai negara termasuk Australia, Amerika Serikat, Kanada, Prancis, Rumania, dan Meksiko siap berlaga. Mereka akan menampilkan rangkaian gerakan akrobatik dari ketinggian yang menantang, yakni 27 meter untuk kategori pria dan 21 meter untuk kategori wanita.
Ketinggian tebing ini hampir tiga kali lipat dari papan loncat indah Olimpiade. Saat meluncur ke permukaan Samudera Hindia, kecepatan gerak tubuh para atlet diperkirakan dapat mencapai 85 km/jam.
Direktur Olahraga Red Bull Cliff Diving, Orlando Duque, didampingi juara dunia tujuh kali beruntun Rhiannan Iffland dan atlet wild card Aidan Heslop, Rabu (20/5), menjelaskan bahwa kekayaan lanskap alam dan nilai budaya Bali menjadi pertimbangan utama pemilihan lokasi.
“Pantai Kelingking Nusa Penida akan menjadi saksi pertandingan penuh adrenalin. Para atlet akan meloncat dengan gerakan akrobatik di tengah keindahan tebing yang eksotis,” ujar Orlando.
Hal senada diungkapkan oleh Rhiannan Iffland. Setelah mengunjungi berbagai lokasi indah di dunia, ia menilai Indonesia memiliki daya tarik yang sangat spesial. “Yang membuat Indonesia istimewa bukan hanya pemandangannya yang menakjubkan, tetapi juga keindahan budayanya. Ini akan semakin memperkaya pengalaman kompetisi kami,” tambahnya.
Untuk menjamin keamanan dan kelancaran acara, TNI Angkatan Laut (AL) memberikan dukungan penuh. Komandan Pusat Teritorial Angkatan Laut (Danpusteral), Laksamana Pertama TNI Albertus Agung Priyo Suseno, menegaskan kesiapan jajarannya di lapangan.
“Kami mengerahkan armada laut dan personel gabungan dari berbagai satuan. Penyelam TNI AL akan bergabung dalam tim penyelamat bersama tim khusus Red Bull. Kami juga menyiapkan dua unit helikopter untuk keperluan evakuasi medis apabila terjadi kondisi darurat,” jelas Albertus.
Sementara itu, Gubernur Bali, I Wayan Koster, menyambut baik kepercayaan yang diberikan kepada Pulau Dewata sebagai tuan rumah ajang kelas dunia ini. Menurutnya, momentum ini menjadi sarana strategis untuk mempromosikan pariwisata Bali di kancah internasional.
“Ajang ini tidak hanya menampilkan keberanian dan ketangguhan para atlet, tetapi juga memperkenalkan keindahan alam Bali kepada masyarakat dunia. Bali adalah tempat di mana harmoni antara manusia, alam, dan budaya berjalan selaras. Melalui acara ini, kami ingin menunjukkan bahwa Bali siap menjadi panggung bagi kegiatan internasional yang berkualitas, berkelas, dan berkelanjutan,” pungkas Wayan Koster.
















































