
KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID--Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Kolaka tercatat mengalami peningkatan signifikan di tahun 2024 lalu, dibanding sebelumnya. Bahkan dari 532 warga Bumi Mekongga yang terkena DBD, satu diantaranya meninggal dunia.

Menanggapi kejadian tersebut, Anggota Komisi III DPRD Kolaka, Firlan M. Alimsyah, meminta pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat untuk melakukan mitigasi terhadap DBD. Sehingga, kejadian tersebut tidak kembali terjadi kedepannya.
"Kejadian DBD ini patut diberi atensi, apalagi kalau sudah ada korban jiwa. Satu nyawa yang hilang karena DBD itu adalah hal yang patut kita jadikan atensi bersama sehingga tidak terulang lagi di tahun selanjutnya," pinta Firlan, Kamis (23/1).
Legislator muda Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut berharap agar Dinkes lebih maksimal lagi dalam melakukan pencegahan DBD. Firlan meminta agar dilakukan fogging pada wilayah yang rawan DBD.
"Jadi fogging ini memang sangat penting dilakukan untuk membasmi DBD. Minimal untuk menurunkan kasus kalau belum bisa menghilangkan," tuturnya.
Meskipun telah meminta Dinkes untuk memberikan atensi, Firlan juga berpesan kepada masyarakat untuk bersama-sama menekan DBD. Sebab menurutnya, untuk benar-benar dapat membasmi DBD itu juga dibutuhkan peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
"Tidak bisa dimungkiri, pola kehidupan di masyarakat juga memang jauh dari standar kesehatan. DBD ini muncul karena memang kita masih sangat kurang kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Kita juga melihat fasilitas umum yang telah dibangun pemerintah seperti drainase dan sarana lainnya lebih banyak yang tersumbat. Sehingga menjadi sumber berkembang biaknya nyamuk. Olehnya itu, mari kita tingkatkan kesadaran dengan menjaga kebersihan lingkungan," ajak Firlan.
Untuk diketahui, sesuai data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka, kasus DBD di Bumi Mekongga pada tahun 2024 meningkat 37 persen dibanding tahun 2023. 2024 lalu jumlah kasus DBD mencapai 532 kasus dan satu korban meninggal dunia. Sedangkan di tahun 2023 itu tercatat 388 kasus. (b/fad)