Wujudkan Pariwisata Hijau, ITDC Perkuat Komitmen RTH di Nusa Dua

4 hours ago 4

Bali Tribune / KAWASAN - RTH di kawasan pariwisata Nusa Dua memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas destinasi pariwisata sekaligus memperkuat daya saing kawasan pariwisata

balitribune.co.id | Mangupura - Di tengah pesatnya pembangunan sektor pariwisata, pengelola kawasan pariwisata di Nusa Dua Kabupaten Badung terus memperkuat komitmen terhadap implementasi prinsip keberlanjutan melalui pendekatan Protecting Nature sebagai bagian dari framework sustainability. Melalui pengembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kawasan Nusa Dua, Bali, pengelola kawasan pariwisata ini (ITDC) mengintegrasikan upaya ketahanan iklim, efisiensi energi, pengelolaan limbah dan air, hingga perlindungan keanekaragaman hayati dalam satu ekosistem kawasan yang berkelanjutan. Langkah ini menegaskan bahwa pengembangan destinasi pariwisata tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada harmoni lingkungan dan peningkatan kualitas hidup jangka panjang.

Direktur Komersial & Marketing ITDC, Febrina Mediana, menegaskan RTH memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas destinasi pariwisata sekaligus memperkuat daya saing kawasan pariwisata. Menurutnya, RTH tidak sekadar menjadi elemen lanskap, tetapi merupakan bagian dari infrastruktur ekologis yang berkontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas udara, pengendalian suhu kawasan, hingga penguatan ketahanan terhadap perubahan iklim.

“Penguatan RTH di The Nusa Dua dan The Mandalika (Lombok) diarahkan untuk menghadirkan ekosistem destinasi yang sehat, nyaman, dan berkelanjutan, tidak hanya indah secara visual. Melalui pengembangan pengalaman wisata berbasis alam, seperti aktivitas outdoor, wellness, dan rekreasi di kawasan pesisir, RTH menjadi bagian penting dalam mendorong gaya hidup sehat, memperkuat koneksi manusia dengan alam, serta meningkatkan kualitas pengalaman wisata secara menyeluruh. Pendekatan ini sekaligus menegaskan komitmen dalam menjaga keberlanjutan destinasi dan memperkuat daya saing pariwisata Indonesia dalam jangka panjang," jelasnya dalam siaran persnya beberapa waktu lalu.

Di kawasan Nusa Dua, ITDC mengelola RTH seluas ±97 hektare atau sekitar 27% dari total kawasan 359,7 hektare. Sebanyak 43 hektare di antaranya telah ditanami lebih dari 5.700 pohon dari 138 jenis vegetasi, termasuk 32 jenis pohon lokal dan endemik. Keberadaan RTH berperan penting dalam memperkuat keanekaragaman hayati, menjaga karakter lanskap kawasan, sekaligus berfungsi sebagai paru-paru kawasan yang mendukung pengendalian suhu mikro, peningkatan kualitas udara dan lingkungan, serta penyediaan ruang publik yang nyaman dan inklusif.

Selain itu, Nusa Dua menunjukkan kontribusi nyata terhadap upaya dekarbonisasi melalui pengelolaan lanskap berbasis biodiversitas yang terintegrasi dan sistem utilitas berkelanjutan. Sejak tahun 1979, kawasan Nusa Dua telah menerapkan sistem lagoon yang mampu mengolah hingga ±10.000 m³ air limbah per hari untuk dimanfaatkan kembali sebagai irigasi kawasan hijau, sehingga mendukung efisiensi penggunaan air dan implementasi konsep circular water system. Berdasarkan kajian terbaru, total serapan karbon kawasan Nusa Dua mencapai 16.279,57 ton karbon, dengan rata-rata biomassa total sekitar 102,6 ton per hektare dan kandungan karbon sebesar ±48,2 ton C per hektare atau setara dengan ±176,8 ton CO₂e per hektare. Angka tersebut mencerminkan kemampuan vegetasi kawasan dalam menyerap dan menyimpan karbon secara signifikan, sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem di tengah tingginya aktivitas pariwisata.

“Integrasi prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance), ITDC menempatkan RTH sebagai infrastruktur hijau strategis yang tidak hanya memperkuat daya saing destinasi, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem, meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim, serta mendukung pengembangan pariwisata Indonesia yang berkelanjutan, resilien, dan rendah karbon,” tutup Febriana.

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan