Virus ASF Mengancam, Denpasar Antisipasi Kematian Babi

1 hour ago 3

Peternak babi ketar ketir soal virus ASF yang menimbulkan kematian.

Bali Tribune / Peternak babi ketar ketir soal virus ASF yang menimbulkan kematian.

balitribune.co.id I Denpasar - Kasus kematian massal babi yang melanda peternak di Canggu (Kabupaten Badung) dan Payangan (Kabupaten Gianyar) mulai memicu kekhawatiran di kalangan peternak babi di Kota Denpasar. Kematian mendadak tersebut diduga kuat akibat serangan virus African Swine Fever (ASF), yang sebelumnya juga pernah melumpuhkan industri peternakan babi lokal.

Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Pertanian (Distan) Kota Denpasar bergerak cepat memperketat pengawasan. Meski demikian, pihak otoritas memastikan bahwa hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai kasus kematian massal babi di wilayah Denpasar.

"Sampai saat ini belum ada laporan atau pengaduan akan kasus tersebut. Astungkara tidak ada," ujar Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan Kota Denpasar, Ni Made Suparmi, saat dikonfirmasi kemarin.

Sebagai langkah antisipasi dini, Distan Kota Denpasar terus mengintensifkan sosialisasi dan edukasi langsung kepada para peternak. Fokus utama diarahkan pada penerapan prosedur biosekuriti secara ketat di lingkungan peternakan.

Peternak diimbau untuk menjaga higienitas kandang secara konsisten dan melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala. Selain faktor kebersihan internal, virus ASF dinilai rentan menyebar melalui pembawa (vektor) dari luar area peternakan.

"Kami meminta peternak untuk tidak sembarangan masuk ke kandang babi. Apalagi saat baru datang dari luar, wajib membersihkan diri terlebih dahulu sebelum memasuki area kandang," tegas Suparmi.

Berdasarkan catatan historis, penyebaran virus ASF bukan hal baru di Bali. Virus yang memiliki ciri khas memicu kematian mendadak pada ternak ini pernah mewabah pada periode 2019-2020, serta kembali berulang pada tahun 2024 lalu. Dampak ekonomi yang ditimbulkan sangat masif, salah satunya memicu anjloknya harga jual babi hidup dan komoditas daging babi di pasaran.

Kondisi klinis yang ditemukan pada kasus di Badung dan Gianyar saat ini dilaporkan identik dengan pola serangan pada tahun 2024. Melalui pengetatan biosekuriti dan kebersihan kandang, peternak di Denpasar diharapkan dapat membentengi ternak mereka guna menghindari potensi kerugian finansial yang besar.

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan