Bali Tribune / TENDANG - Teppei Yachida (kanan) tendangannya membobol gawang Persib. (IST)
balitribune.co.id I Denpasar - Gelandang serang Bali United FC, Teppei Yachida menceritakan soal proses adaptasinya bersama pasukan Serdadu Tridatu. Pemain asal Jepang ini baru menjalankan 10 laga sejak kedatangannya sebagai rekrutan anyar Bali United di putaran kedua kompetisi musim ini.
Selama 10 pertandingan yang dijalani, Yachida berkontribusi terhadap 4 gol dan 2 assist yang diberikannya selama 734 menit di arena pertandingan.
Mantan pemain RB Omiya Ardija ini mengaku dukungan tim pelatih dan rekan setim sangat membantu proses adaptasinya di kompetisi Super League musim ini.
“Tim pelatih dan pemain memahami kemampuan saya dan beberapa hal masih perlu diperbaiki. Saya mampu menunjukkan kemampuan saya sejauh ini dan performa saya juga terbilang baik untuk tim ini,” ucap Yachida.
Ini menjadi momentum perdana gelandang yang pernah memperkuat Timnas Jepang U23 ini merantau ke luar negeri dan menerangkan bila kompetisi di Indonesia sangat menarik.
“Banyak pertandingan menarik yang saya jalankan di kompetisi di sini (Super League) dan saya benar-benar menikmatinya. Suporter di sini juga luar biasa dalam mendukung tim dan saya selalu berusaha ingin menampilkan yang terbaik sesuai ekspektasi mereka,” jelas Yachida.
Selain kompetisi di Indonesia yang menarik dan dukungan dalam tim Bali United, Pulau Bali sebagai homebase Serdadu Tridatu selalu menyajikan cerita. Ketika jeda pertandingan, Yachida bersama istri sering memanfaatkan momen dengan menikmati keindahan alam Bali.
“Saya dan istri sangat menikmati Bali dan ketika libur latihan kami manfaatkan waktu dengan pergi ke kafe dan restoran yang ada di Bali,” terang Yachida.
Sementara penyerang sayap Bali United, Rahmat kini menjadi salah satu andalan Johnny Jansen sejak babak pertama di dua pekan terakhir. Saat menghadapi Persib Bandung (12/4/2026), Rahmat kembali mendapat tempat sebagai seorang striker untuk mengancam daerah pertahanan Maung Bandung.
Hasilnya pergerakan tanpa bola cukup menyulitkan lini pertahanan Persib sehingga satu pemain harus diusir oleh wasit Erfan Efendi pada menit 65 karena melakukan pelanggaran kepada Serdadu Tridatu.
Meski hasil akhir 3-2 menjadi milik tuan rumah, Rahmat mengaku laga itu cukup luar biasa bagi kedua tim yang terus menyerang hingga akhir pertandingan.
"Saya pikir ini menjadi pertandingan yang luar biasa buat kedua tim. Selamat untuk Persib atas raihan tiga poinnya. Atmosfer yang luar biasa juga dari para suporter," ucap Rahmat.


















































