Cegah Penyebaran ASF, Disperpa Badung Perketat Pengawasan Babi

5 hours ago 3

babi

Bali Tribune / ANCAMAN ASF - Virus African Swine Fever (ASF) kembali mengancam ternak babi di Bali.

balitribune.co.id I Mangupura - Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kabupaten Badung memperketat pengawasan peternakan babi sebagai langkah antisipasi penyebaran Virus African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika yang kembali mengancam sektor peternakan.

Langkah tersebut dilakukan menyusul munculnya kasus kematian mendadak ternak babi di sejumlah daerah di luar Kabupaten Badung. Upaya pencegahan juga mengacu pada Surat Edaran Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian terkait kewaspadaan terhadap peningkatan kasus ASF di kawasan Asia Pasifik.

Kepala Disperpa Badung Anak Agung Ngurah Raka Sukadana, Selasa (2/6/2026), mengatakan pihaknya telah menurunkan Tim Kesehatan Hewan (Keswan) untuk melakukan pemantauan langsung ke sentra-sentra peternakan babi di Badung.

"Monitoring dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan ternak tetap terjaga dan tidak ditemukan indikasi penyebaran ASF," ujarnya.

Selain pengawasan lapangan, Disperpa juga menggencarkan sosialisasi kepada peternak mengenai gejala, cara penularan, dan langkah pencegahan penyakit ASF melalui kegiatan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE).

Sebagai bagian dari penguatan biosekuriti, pengawasan akses keluar masuk kandang diperketat guna mengurangi risiko masuknya virus dari luar lingkungan peternakan. Peternak juga diwajibkan melakukan penyemprotan desinfektan secara berkala pada kandang dan fasilitas peternakan.

Disperpa turut melarang penggunaan pakan dari sisa makanan hotel, restoran, maupun warung atau swill feeding karena berpotensi menjadi media penularan virus ASF.

Raka Sukadana mengimbau peternak segera melaporkan kepada petugas Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) apabila menemukan ternak yang menunjukkan gejala sakit atau mengalami kematian mendadak.

Menurutnya, peran aktif peternak sangat penting dalam mendukung deteksi dini dan mencegah penyebaran penyakit yang dapat mengancam keberlangsungan sektor peternakan babi di Kabupaten Badung.

"Kami mengajak seluruh peternak untuk meningkatkan kewaspadaan, menjaga kebersihan kandang, serta segera berkoordinasi dengan petugas apabila menemukan gejala yang mencurigakan pada ternaknya," katanya. 

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan