SHNet-Jakarta-Berbagai potensi yang yang dimiliki Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah (Jateng), jadi dasar yang kuat bagi penyelenggaraan ajang Kebumen Travel Mart (KTM) 2026.yang akan digelar pada Agustus mendatang. Tokoh asal Kebumen, dari beragam kalangam, baik diplomat, TNI, pengusaha, Ormas, Paguyuban Warga Kebumen yang tergabung dalam Induk Warga Asal Kabupaten Kebumen Walet Emas (IWAKK WE), pemerintah daerah dan tentunya semua pihak yang punya hubungan emosianal, kini tengah mempersiapkan hajat besar ini.
Semangat mengangkat Kabupaten Kebumen yang kini berpenduduk sekitar 1,2 juta penduduk ini terungkap dalam perbicangan dengan tokoh Kebumen dan pihak swasta pada Kamis (02/07/2026). Semengat yang menggebu ini perlu dukungan semua pihak, baik Pemda Kabupaten Kaebumen, Pemda Provinsi Jateng para tokoh Kebumen yang ada di daerah maupun perantauan.
Para tokoh yang kumpul dan berbincang serta yang akan mengawal Kebumen Travel Mart (KTM) 2026 adalah Ketua Umum Induk Warga Asal Kabupaten Kebumen Walet Emas (IWAKK WE) Mayjen TNI (Pur) Ibnu Darmawan, Pengusaha asal Kebumen, Miyoto, Dubes RI untuk Rusia dan Belarus 2016-2020, M. Wahid Supriyadi dan Founder Konsorsium Travel Agent (KTA) Rike Sumangkut yang dalam KTM 2026 ini menjadi pelaksana atau EO.
Penyelenggaraan Kebumen Travel Mart (KTM) 2026.akan digelar pada 27-29 Agustus 2026 yang mengusung konsep Trade, Tourism and Investment (TTI) ini diyakini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi wisata, budaya, serta produk unggulan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kebumen ke pasar nasional hingga mancanegara. Yang menarik, ajang ini juga mendapat respons positif negara tetangga, Malaysia yang sudah menyatakan akan ikut serta dalam ajang ini.
Gagasan KTM 2026 muncul dari M. Wahid Supriyadi yang kemudian didapuk menjadi Ketua Panitia KTM dan Ketua Umum Induk Warga Asal Kabupaten Kebumen Walet Emas (IWAKK WE) Mayjen TNI (Pur) Ibnu Darmawan . Gagasan besar ini kemudian disosialisakan ke berbagai pihak dan mendapat tanggapan positif banyak kalangan baik tokoh Kebumen yang di perantauan maupun di Kebumen, serta Pemda setempat.
Wahid Supriyadi yang sangat berpengalaman menggelar ajang internasional saat bertugas sebagai diplomat di Australia, selama menjadi Dubes di Uni Emirat Arab, dan terakhir ketika menjadi Dubes di Rusia dan Belarus, ingin menjadikan daerah kelahirannya bangkit dan berkembang karena potensi luar biasa yang dimiliki Kebumen
“Saya ingin potensi Kebumen berkembang, roda perekomian berputar lebih cepat, dan tentunya mengangkat kesejahteraan warganya. Kemiskinan otomatis akan terangkat bila tingkat kesejahteraan semakin tinggi,” ujar Wahid.
Keyakinan yang yang tinggi dari Wahid Supriyadi ini dibarengi dengan upayanya yang tak kenal lelah menghubungi banyak pihak yang berkaitan dengan gagasan KTM 2026, baik dari unsur pemerintah pusat, daerah, pengusaha, tokoh masyarakat Kebumen, dan media. “Kita memang harus kolaborasi, punya optimisme, dan bekerja keras mewujudkan impian besar ini. Nanti biar publik yang menilai dan merasakan dampak positifnya,” tambahnya.
Tokoh dibalik KTM 2026 dari kiri, Ketua Induk Warga Asal Kabupaten Kebumen Walet Emas (IWAKK WE), Mayjen TNI (Purn) Ibnu Darmawan, pengusaha Miyoto, dan Founder Konsorsium Travel Agent (KTA) Rike SumangkutPotensi Alam, Historis, dan Ekonomi
Dalam perbincangan hangat di salah satu tempat di kawasan Tebet, Jakarta Selatan ini, baik Wahid Supriyadi, Ibnu Darmawan, Miyoto, dan Rike Sumangut yakin sekali bahwa potensi yang ada di Kebumen, bila dikeloa dengan baik, dipromosikan secara profesional, akan meningkatkan kunjungan wisata, menghasilkan peningkatan ekonomi dan kesejahteraan.”Suatu saat, Kebumen akan jadi destinasi penting di Jateng, di samping Yogya, Solo dan daerah lainnya,” tambah Rike Sumangkut.
Apa sih potensi besar Kebumen? Ibnu Darmawan dan Miyoto menjelaskan; Salah satunya peninggalan bangunan bersejarah yakni Benteng Van Der Wijck yang dibangun sekitar awal abad 19, tapatnya di benteng itu tertulis tahun 1818. “Apakah itu tahun pembuatan atau tahun peresmian bentengnya, masih diteliti ahli,” ucap Ibnu Darmawan.
Selama ini tambah Mayor Jenderal purnawirawan itu, Benteng Van Der Wijck belum dimanfaatkan dalam arti yang sangat maksimal. “Mungkin istilahnya, benteng itu ‘mati’ dan kita ‘akan hidupkan’ melalui kegiatan KTM 2026. Karena itu nantinya memang benteng harus dibersihkan dan direnovasi sesuai fungsinya agar bisa menjadi obyek destinasi wisata pendidikan,.”
Dengan adanya KTM 2026 ini tambah Ibnu Darmawan, upaya untuk memaksimalkan Benteng Van Der Wijck semakin serius. Rencananya kita akan meminta ahli sejarah untuk memberikan masukan tentang benteng ini, terutama kapan persisnya dibangun, untuk apa penggunaannya dan sebagainya. “Koordinasi tentu kita lakukan dengan Kodam IV Diponegoro dan Mabes TNI.”
Sementara Miyoto menambahkan, potensi yang sangat penting adalah adanya geopark di Kebumen. Geopark Kebumen memiliki paket lengkap dari sisi geologi, keragaman budaya, dan biologi. potensi ini semakin penting dan strategis karena diakui sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp). Kawasan yang sering dijuluki “The Mother of Earth” ini sangat terkenal karena menyimpan jejak batuan purba serta lanskap karst dan pesisir yang luar biasa.
Ditambahkan Miyoto, Kebumen, khususnya kawasan Karangsambung, adalah fondasi dan cikal bakal terbentuknya Pulau Jawa. Daerah ini menyimpan batuan tertua di Jawa yang berusia hingga 121 juta tahun. ”Jadi posisi Kebumen sangat penting dari sisi sejarah Pulau Jawa,” katanya.
Potensi lain dikemukakan Miyoto yakni potensi industri, pertanian, dan peternakan. “Kita berharap dengan berbagai fungsi ini, 13,8 persen dari 162 ribu penduduk Kebumen yang dikategorikan termasuk miskin, bisa teratasi. Sebagai diaspora Kebumen, kita semua punya tanggungjawab moral untuk mengembangkan daerah kita, Kebumen,” tandanya.
Dari sisi potensi wisata, Rike Sumangkut menambahkan bahwa potensi yang dimiliki Kebumen dalam pariwisata amat besar, tinggal kita mengembangkannya menjadi destinasi wisata yang menarik minat wisatawan nasional maupun internasional. ”Kebumen punya keunggulan komparatif, misal olahraga air, surfing dan destinasi keaslian wilayah,” katanya.
Rike mengungkapkan pihaknya punya rencana untuk emmbuat paket wisata Yogya-Kebumen. Paket ini sangat mungkin dilaksanakanmengingat wisatawan Yogya sudah banyak, dan masih sedikit yang ke Kebumen, padahal trasportasi lebih dekat dan murah serta obyek menarik di Kebumen, (Sur)


















































