Perumda Tirta Amertha Buana Tabanan Petakan Wilayah Krisis Air

6 hours ago 3

Krisis air

Bali Tribune / PEMERIKSAAN - Petugas Perumda TAB melakukan pemeriksaan jaringan distribusi air bersih pada tengah malam atau saat jam pemakaian kecil.

balitribune.co.id I Tabanan -  Perumda Tirta Amertha Buana (TAB) Tabanan mulai memetakan wilayah rawan krisis air guna menghadapi ancaman kemarau panjang yang diprediksi berlangsung hingga September 2026 mendatang sebagai dampak terjadinya El Nino.

Upaya antisipasi ini dilakukan untuk memastikan distribusi air minum kepada pelanggan tetap stabil dan normal meski debit air menyusut. Berdasarkan hasil prakiraan, musim kemarau tahun ini akan terjadi lebih panjang mulai April hingga September 2026.

Sebagai antisipasi, perusahaan milik daerah tersebut melakukan penguatan sistem distribusi hingga pemeliharaan rutin pada seluruh unit pompa di berbagai wilayah.

Kasubag Humas Perumda TAB Tabanan, I Putu Wahyu Untung Suardana, menjelaskan bahwa pihaknya kini fokus meminimalkan kebocoran fisik pada jaringan pipa agar air tidak terbuang sia-sia. Selain itu, teknik step test juga diterapkan untuk mendeteksi sekaligus memitigasi potensi kebocoran pipa sejak dini. "Kami juga tengah memetakan titik wilayah di Tabanan yang rawan terjadi penurunan debit air dan potensi kekeringan," ungkap Untung pada Kamis (16/4/2026).

Pemeliharaan pompa dilakukan secara intensif dengan membersihkan endapan lumpur yang dapat mengganggu kinerja operasional dan kualitas air. Perumda TAB juga telah menyiagakan unit pompa cadangan sebagai langkah darurat jika terjadi kerusakan mendadak pada mesin utama.

Saat ini, pasokan air masih mengandalkan 34 sumber mata air yang terdiri dari 24 sumber alami dan 10 sumber air baku. Seluruh sumber tersebut dikelola secara maksimal untuk memastikan kebutuhan harian pelanggan di tengah cuaca ekstrem tetap terpenuhi.

Guna memastikan kualitas air tetap terjaga, tim teknis diterjunkan untuk mengawasi jaringan distribusi selama 24 jam penuh secara bergantian. Pengawasan nonstop ini menjadi garda terdepan perusahaan dalam merespons cepat jika ditemukan gangguan teknis di lapangan. "Kami juga menyiagakan petugas yang akan melakukan pemantauan jaringan distribusi. Mereka petugas ini bekerja 24 jam secara bergantian. Dengan tujuan untuk menjaga kuantitas dan kualitas produksi air agar tetap stabil," pungkasnya. 

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan