Bali Tribune / Setelah melalui rangkaian perjalan panjang, jenasah I Komang Tedy Arsa Biantara Putra (24) yang tiba di Bali Senin (21/9/2026) kini disemayamkan di rumah duka di Desa Perancak, Jembrana
Lagi, PMI Asal Jembrana Meninggal di Luar Negeri
balitribune.co.id | Negara - Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jembrana yang meninggal di luar negeri kini bertambah lagi. Teranyar seorang PMI dilaporkan meninggal di Negara Taiwan. Sedangkan Jenazah PMI, I Komang Tedy Arsa Biantara Putra (24) yang meninggal di Amerika Selatan tiba di rumah duka di Desa Perancak pada Senin (21/9/2026).
Kabar duka kembali datang dari PMI asal Kabupaten Jembrana yang bekerja di luar negeri. Seorang PMI asal Lingkungan Bilukpoh Kangin, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, I Made Pariana (49), dilaporkan meninggal dunia di Taichung, Taiwan, Sabtu (19/9/2026). Pariana diketahui bekerja di Taiwan pada sektor pertanian. Informasi mengenai kematiannya diterima tim Pelindungan BP3MI Bali pada Sabtu (19/9/2026) dari rekan kerja almarhum yang berada di Taiwan.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Nakerperin) Jembrana, Kadek Mirah Ananta Sukma Dewi mengatakan setelah menerima informasi awal, BP3MI Bali berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk memastikan kabar duka tersebut sekaligus menelusuri penanganan jenazah. “Kami mendapatkan informasi duka tersebut dari tim Pelindungan BP3MI Bali. Mereka mendapatkan informasi dari rekan kerja almarhum yang berprofesi sebagai cook (tukang masak) di sana,” terang Mirah.
Informasi mengenai kematian Pariana selanjutnya dikonfirmasi oleh Atase Ketenagakerjaan KDEI Taiwan. Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, Pariana diketahui meninggal di wilayah Taichung dan jenazahnya untuk sementara berada di salah satu funeral home di Taichung.
“Meninggalnya almarhum telah dikonfirmasi oleh Atase Ketenagakerjaan KDEI Taiwan. Almarhum meninggal di wilayah Taichung dan jenazahnya saat ini berada di salah satu funeral home di Taichung,” ungkapnya.
Hingga kini, pihak KDEI Taipei masih berkoordinasi dengan otoritas setempat terkait penanganan jenazah. Pihaknya bersama BP3MI Bali juga masih menunggu informasi lebih lanjut mengenai penyebab kematian serta proses dan rencana pemulangan jenazah ke Jembrana. “Kami masih berkoordinasi untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai penyebab meninggalnya almarhum serta proses penanganan dan rencana pemulangan jenazah ke Jembrana,” tandasnya.
Sementara itu, jenazah I Komang Tedy Arsa Biantara Putra (24), telah tiba di rumah duka di Desa Perancak, Senin (21/9/2026), Jenazah tiba sekitar pukul 11.12 Wita. Komang Tedy meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Timehri, Guyana. Kecelakaan yang melibatkan tiga kendaraan tersebut terjadi ketika korban baru tiba di negara itu dan sedang dalam perjalanan menuju lokasi kerja. Dalam kejadian tersebut, seorang WNI lainnya, Edy Ansyori Sukri, juga meninggal dunia.
Komang Tedy berangkat ke luar negeri untuk kedua kalinya pada Rabu (26/8/2026) untuk bekerja di kapal offshore. Jenazah diberangkatkan dari Bandara Georgetown, Guyana, pada Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 05.00 waktu setempat. Jenazah almarhum sempat transit di Port of Spain, kemudian melanjutkan penerbangan menuju Miami. Perjalanan berlanjut ke Istanbul pada Jumat (18/9/2026), sebelum diterbangkan menuju Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta pada Minggu (20/9/2026).
Setelah itu, jenazah diterbangkan menuju Bali dan tiba di Bandara Ngurah Rai sebelum dibawa ke rumah duka di Perancak. Sekretaris Dinas Nakerperin Jembrana, I Komang Gunawan, mengatakan seluruh proses pemulangan jenazah Komang Tedy berjalan lancar hingga tiba di rumah duka. “Astungkara, proses pemulangan (Komang Tedy) sudah lancar dan tiba di rumah duka,” ungkap Gunawan. Setelah tiba di Bali, pihak BP3MI Bali langsung melakukan serah terima jenazah dengan pihak keluarga.
“Sekitar jam 11 siang lebih kami tiba dan langsung disemayamkan di rumah duka,” jelasnya. Proses pemulangan jenazah Komang Tedy disebutnya ditangani pihak agensi bersama para pihak terkait di negara tempat Komang Tedy bekerja. Jenasah putra bungsu pasangan I Wayan Biantara (55) dan Ni Luh Manik (51) ini disambut oleh keluarga, sanak saudara serta rekan-rekan korban dalam suasana duka. Keluarga juga telah menetapkan prosesi pengabenan almarhum pada Kamis (24/9/2026).

















































