Bali Tribune / REKASADANA - Komunitas Seni Tapahana Banjar Temacun, Kelurahan Kuta, Kecamatan Kuta, sebagai Duta Kabupaten Badung sukses menampilkan Rekasadana (Pergelaran) Rekonstruksi Gamelan Tua pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 di Kalangan Angsoka, Taman Budaya Provinsi Bali, Selasa (1/7/2026)
balitribune.co.id | Mangupura – Komunitas Seni Tapahana Banjar Temacun, Kelurahan Kuta, Kecamatan Kuta, sebagai Duta Kabupaten Badung sukses menampilkan Rekasadana (Pergelaran) Rekonstruksi Gamelan Tua pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 di Kalangan Angsoka, Taman Budaya Provinsi Bali, Selasa (1/7/2026).
Pementasan tersebut menghidupkan kembali karya-karya maestro karawitan Bali, I Wayan Lotring, seniman asal Banjar Tegal, Kuta, yang dikenal sebagai salah satu pembaru karawitan Bali pada awal abad ke-20.
Hadir menyaksikan pertunjukan itu Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Ny. Rasniati Adi Arnawa, Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, Anggota DPRD Badung I Wayan Puspa Negara, serta jajaran pejabat di lingkungan Kecamatan Kuta.
Koordinator pementasan, I Nyoman Agus Adi Putra, mengatakan seluruh repertoar yang dibawakan merupakan hasil rekonstruksi karya asli Maestro Lotring, di antaranya Tabuh Kawitan, Tari Legong Kraton Lasem, Tabuh Solo, Tari Legong Sperandana, hingga Sekar Gendot.
Ia menjelaskan proses rekonstruksi berlangsung selama dua hingga tiga bulan. Selain berlatih secara intensif, tim juga melakukan penelusuran kepada para tetua desa, mempelajari dokumentasi lama, serta menggunakan rekaman suara sebagai referensi untuk menjaga karakter musikal khas Lotring.
"Referensi rekaman lama menjadi acuan penting untuk menghadirkan kembali warna musikal khas Kuta sebagaimana dimainkan oleh Maestro Lotring," ujarnya.
Sebanyak 25 penabuh dan lima penari dilibatkan dalam pementasan dengan menggunakan barungan gamelan pelegongan. Agus mengakui tantangan terbesar adalah menghidupkan kembali gaya tabuh Lotring yang dinamis, tegas, dan penuh energi, sehingga membutuhkan pendalaman terhadap teknik permainan yang diwariskan.
Salah seorang penabuh, Made Okan Ananda Wiradana, mengatakan gaya musikal Lotring memiliki karakter yang berbeda dibandingkan gending Bali pada umumnya. Menurutnya, pola permainan kendang, gangsa hingga ornamentasi musikal harus dipelajari secara mendalam agar karakter aslinya tetap terjaga.
Sementara itu, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa memberikan apresiasi atas penampilan para seniman Badung dalam PKB 2026. Menurutnya, semangat generasi muda dalam melestarikan seni budaya menjadi modal penting untuk memperkuat pariwisata berbasis budaya di Kabupaten Badung.
"Pemerintah Kabupaten Badung akan terus memberikan dukungan terhadap pengembangan seni dan budaya. Ke depan kami berharap sanggar-sanggar seni tidak hanya tampil saat PKB, tetapi juga memiliki ruang pertunjukan rutin sehingga dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan," kata Adi Arnawa.

















































