Gema Takbir dan Ngembak Geni Berpadu, Potret Harmoni Idul Fitri dan Nyepi 1948 di Bali

7 hours ago 3

Bali Tribune / TAKBIRAN - pengamanan malam takbiran di lima masjid di Kota Denpasar, Jumat (20/3/2026)

balitribune.co.id | Denpasar - Ketika umat Hindu menjalani Ngembak Geni rangkaian hari raya Nyepi Tahun Saka 1948, gema takbir dari umat Muslim yang merayakan malam Idul Fitri 1447 Hijriah pun mengalun berdampingan.

Dalam suasana penuh penghormatan dan kebersamaan ini, Polda Bali hadir memastikan harmoni tetap terjaga.

Sebanyak 495 personel Polda Bali yang tergabung dalam Operasi Ketupat Agung-2026 dikerahkan untuk mengamankan pelaksanaan malam takbiran di lima masjid di Kota Denpasar, Jumat (20/3/2026).

Pengamanan ini dilakukan agar seluruh rangkaian ibadah berjalan aman, tertib, dan lancar, tanpa mengurangi kekhusyukan masing-masing umat dalam menjalankan keyakinannya.

Lima masjid yang menjadi fokus pengamanan yakni Masjid Baiturahman di Jalan Ahmad Yani, Masjid Ukhuwah di Jalan Kalimantan, Masjid Baitul Makmur di Jalan Gunung Merbuk Tegal, Masjid At-Taqwa Polda Bali di Jalan WR. Supratman, serta Masjid An-Nur di Jalan Diponegoro.

Malam takbiran sendiri merupakan momen sakral bagi umat Islam, ditandai dengan lantunan takbir sebagai ungkapan rasa syukur setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Di Bali, momen ini memiliki nuansa khas, karena berlangsung berdampingan dengan tradisi Ngembak Geni yang sarat makna refleksi dan kebersamaan bagi umat Hindu.

Dalam pelaksanaannya, personel kepolisian tidak hanya melakukan penjagaan, tetapi juga berkoordinasi dengan pengurus masing-masing masjid. Hal ini dilakukan karena setiap masjid memiliki tata cara pelaksanaan takbiran yang berbeda, sehingga pola pengamanan pun disesuaikan secara humanis dan situasional.

Selain itu, Polda Bali juga mengimbau masyarakat untuk tidak melaksanakan takbiran dengan konvoi kendaraan di jalan raya. Imbauan ini bertujuan menjaga kekhusyukan ibadah sekaligus menghindari potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Pengaturan lalu lintas turut dilakukan selama kegiatan berlangsung guna memastikan mobilitas masyarakat tetap lancar. Di sela-sela pengamanan, petugas juga aktif menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada masyarakat agar suasana kondusif tetap terjaga.

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Ariasandy, S.I.K. mengatakan, pengamanan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam menjaga harmoni di tengah keberagaman Bali.

“Momentum ini menunjukkan wajah Bali sebagai pulau toleransi. Dua perayaan besar yang berlangsung hampir bersamaan dapat berjalan berdampingan dengan penuh saling menghormati. Kami hadir untuk memastikan seluruh masyarakat dapat beribadah dengan aman dan nyaman,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan takbiran keliling menggunakan kendaraan. Mari kita jaga suasana tetap khusyuk, tertib, dan saling menghormati, sehingga perayaan ini benar-benar membawa kedamaian bagi semua,” tambahnya.

Di tengah perbedaan yang berpadu, Bali sekali lagi membuktikan bahwa toleransi bukan sekedar wacana, melainkan nyata hadir dalam setiap denyut kehidupan masyarakatnya.

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan