Bali Tribune / RINGSEK - Mobil pikap yang ringsek akibat tabrakan adu jangkrik di jalur Denpasar-Gilimanuk, Banjar Bonian, Desa Antap, Selemadeg, pada Rabu (15/4/2026) sore.
balitribune.co.id I Tabanan - Dua kecelakaan lalu lintas berujung maut mengguncang wilayah Kecamatan Selemadeg Barat dan Selemadeg dalam waktu kurang dari lima jam pada Rabu (15/4/2026). Peristiwa tragis tersebut merenggut dua nyawa, termasuk seorang pelajar berusia 10 tahun yang tewas seketika di lokasi kejadian.
Insiden pertama terjadi sekitar pukul 13.00 Wita di jalur jurusan Suraberata-Belatungan, tepatnya di Banjar Delod Ceking, Desa Lumbung Kauh, Selemadeg Barat. Sebuah truk putih berpelat W 8523 EC yang diduga mengalami rem blong menghantam sepeda motor Honda Vario DK 3673 KBQ di jalanan yang menanjak.
Kasi Humas Polres Tabanan, AKP I Gusti Made Berata, mengungkapkan detail lokasi tabrakan maut tersebut. “Tepatnya di tanjakan Rendi. Yang terlibat dalam kecelakaan ini truk putih bernopol (pelat) W 8523 EC dengan sepeda motor bernopol DK 3673 KBQ,” ujar Berata pada Kamis (16/4/2026).
Pengendara motor, Kadek Dwi Darsana (59), berhasil selamat meskipun mengalami luka memar di bahu kiri dan lecet di kaki. Namun, pelajar yang diboncengnya yakni Kadek Wahyu Dipa Pramana (10) menghembuskan napas terakhirnya akibat luka terbuka di bagian kepala. “Yang dibonceng ini dalam kondisi meninggal dunia di TKP (tempat kejadian perkara),” jelasnya.
Sopir truk, Hanifa Prastiko (30), dilaporkan sempat membanting setir ke kanan untuk mengendalikan kendaraannya saat menyadari rem tidak berfungsi. Usai menghantam pemotor dari arah berlawanan, laju truk tersebut baru terhenti setelah membentur dinding tebing di pinggir jalan. “Selanjutnya kendaraan truk menabrak tebing di sisi kanan,” imbuhnya.
Hanya berselang beberapa jam, kecelakaan maut kedua kembali pecah di jalur Denpasar-Gilimanuk, Banjar Bonian, Desa Antap, Selemadeg, sekitar pukul 15.45 Wita. Lokasi tabrakan berada di jalur utama yang padat kendaraan. “Dekat dengan tempat pencucian mobil Bonian,” imbuhnya.
Tabrakan adu jangkrik ini melibatkan mobil pikap berpelat DK 8414 DH dengan truk berpelat N 8488 EW. Insiden bermula saat mobil pikap yang datang dari arah timur melaju dengan kecepatan tinggi dan mencoba menyalip kendaraan di depannya hingga mengambil jalur lawan.
Tabrakan depan sama depan pun tidak terhindarkan karena jarak yang sudah terlalu dekat dengan truk yang datang dari arah barat. Akibat hantaman keras tersebut, pengemudi mobil pikap yang identitasnya belum diketahui dinyatakan meninggal dunia di lokasi. Sementara itu, sopir truk bernama Ahmad Yuana (53) dilaporkan dalam keadaan selamat.
Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengevakuasi seluruh kendaraan dan korban yang terlibat. Saat ini, kepolisian tengah mendalami kronologi lengkap guna memastikan penyebab pasti dari kedua kecelakaan maut tersebut. “Kejadian kecelakaan tersebut saat ini sedang dalam penanganan Unit Gakum Satlantas Polres Tabanan,” pungkasnya.


















































