Bali Tribune / BERSIH - Bupati Bangli dan Wakil Bupati saat bersih- bersih di sungai Sangsang Bangli
balitribune.co.id | Bangli - Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta memberikan peringatan keras kepada oknum terutama yang berasal dari luar Bangli yang kedapatan membuang sampah di wilayah Bangli baik itu di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) maupun di jurang- jurang milik desa.
”Kami meminta masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap pembuangan sampah secara illegal terutama yang berasal dari luar Bangli, jika menemukan segera lapor ke instansi terkait, jangan sampai Bangli dijadikan tempat pembuangan sampah dari luar daerah,” tegas Bupati Sedana Arta ditemui di sela- sela kegiatan Gerakan serentak Bali Resik Sampah di seluruh wilayah Bangli pada Minggu (1/3/2026).
Menurut Bupati Sedana Arta, isu sampah adalah prioritas mendesak bagi Bali, terutama untuk mendukung sektor pariwisata. Sebagai daerah hulu yang menjadi sumber air dan udara bersih bagi Pulau Dewata, Bangli memiliki tanggung jawab moral yang besar."Bangli adalah daerah penghasil air dan udara bersih. Kita ingin posisi ini tetap terjaga. Ini bukan sekadar beban, tapi tanggung jawab kita bersama untuk melestarikan lingkungan agar Bangli jauh lebih asri dan nyaman," ujar Bupati Sedana Arta.
Bupati dari PDI-P ini menambahkan bahwa gerakan ini akan berlanjut secara masif. "Jika hari ini fokus pada sungai dan pemukiman dan pada 8 Maret mendatang, aksi serupa akan difokuskan secara serempak di kawasan Danau Batur. Tentu masalah sampah menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat Bangli dan bila ada oknum dari luar Bangli membuang sampah secara ilegal ke Bangli akan kami tindak,” sebut Sedana Arta.
Sementara Sekretaris Daerah Kabupaten Bangli, I Dewa Bagus Riana Putra, menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mewujudkan visi Bangli yang BISA (Bersih, Indah, Sejuk, dan Asri).
Berdasarkan data kegiatan, kali ini diikuti sebanyak 4.125 orang Partisipasi tersebut berasal dari berbagai sektor, diantaranya OPD dan Instansi Vertikal: 2.435 orang, Perangkat Desa dan Kelurahan: 1.110 orang, BUMD dan BUMN di Bangli: 220 orang, Pelajar (SD, SMP, SLTA): 360 orang."Kami ingin peran serta masyarakat tidak hanya sesaat, tapi menjadi budaya. Kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama untuk masa depan Bangli yang lebih baik," ujar
Sementara itu aksi bersih-bersih di kawasan perkotaan Bangli dipusatkan di beberapa titik strategis, antara lain, Sungai/Salter Tukad Sagening yakni di kawasan bawah jembatan Seganing dan Pura Petirtaan Toya Laka, Banjar Kawan, Salter Dalem Purwa hingga Pura Masceti, kawasan Barat Kantor MDA Bangli, hingga drainase di sekitar RSJ dan SDN 3 Kawan, Salter di sepanjang Jalan Serma Meranggi, kawasan Catus Pata Alun-alun Bangli, hingga wilayah Bebalang (Patung Adipura ke selatan). Selain di pusat kota, para Camat, Kepala Desa, dan Lurah juga mengkoordinasikan gerakan serupa di wilayah masing-masing sesuai kebutuhan lingkungan setempat.


















































