Kendaripos.co.id — Pimpinan pesatren Darul Mukhlasin As Saniy Muna Barat (Mubar), Ustadz JM (inisial) secara tegas membatah tuduhan atas dirinya melakukan pelecehan seksual kepada tiga santrinya. Bahkan, ia berani bersumpah atas nama Allah dan Alquran tidak melakukan perbuatan keji itu.
"Yakin tidak melakukan apapaun. Berani bersumpah atas nama Allah SWT, berani di atas Alquran," tegas Ustadz JM menjawab tantangan sumpah dari Bupati Mubar, La Ode Darwin saat pertemuan di aulau Ponpes, Senin (26/1).
Bupati Mubar, La Ode Darwin (kanan/berdiri) menantang Ustadz JM melafalkan sumpah jika benar tidak melakukan perbuatan pelecehan seksual seperti yang dilaporkan. Tampak Ustadz JM (kiri/betdiri) menjawab dengan lantang tantangan itu dengan melafalkan sumpah. Foto: Akhirman/Kendari PosSumpah yang diucapkan oleh Ustadz JM
dilakukan dihadapan bupati Mubar dan jajaran OPD, tokoh masyarakat, Kepala Kemenang Mubar, Khalifah, orang tua santri, pengurus Ponpes Darul Mukhlasin As Saniy serta ratusan santri dan santriwati. Sumpah itu sebagai jawaban tegas dirinya kepada Bupati Mubar yang menantangnya melafalkan sumpah jika benar tidak melakukan perbuatan pelecehan seperti yang dituduhkan.
Dalam pertemuan itu pula Bupati Mubar memberi penegasan jika Ustadz JM berkata bohong maka akan dikutuk di tanah muna. Penegasan itu dijawan dengan lantang oleh JM. "Saya Siap. Demi Allah kalau saya melakukan hal demikian (pelecehan seksual,red) saya siap dikutuk di tanah Muna ini," tegasnya Ustadz JM sembari berdiri dengan jari telujuk menujuk ke tanah. (ahi)

















































