Unik, Perayaan Cap Go Meh Bertepatan dengan Purnama Kesanga

9 hours ago 3

cap go meh

Bali Tribune/PERAYAAN - Warga merayakan Cap Go Meh sebagai penutup hari raya Imlek.

balitribune.co.id I Kuta - Perayaan Cap Go Meh sebagai penutup rangkaian Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili berlangsung khidmat di Bali, Selasa (3/3/2026). Suasana religius terasa kian kental lantaran puncak hari ke-15 Imlek ini bertepatan dengan hari suci Purnama Kesanga bagi umat Hindu di Bali.

Pantauan di Vihara Dharmayana Kuta, Jalan Blambangan, menunjukkan ribuan warga keturunan etnis Tionghoa berbaur bersama umat lainnya untuk melakukan persembahyangan. Penanggung Jawab Vihara Dharmayana Kuta, Adi Dharmaja Kusuma, menjelaskan bahwa Cap Go Meh merupakan penghormatan pada purnama pertama di tahun baru. Seluruh komponen warga Tionghoa yang mewarisi ajaran leluhur pasti melakukan penghormatan pada Cap Go Meh ini. Ini adalah rangkaian terakhir dari perayaan Imlek 2577” ujar Adi Dharmaja.

Selain persembahyangan umum, Vihara Dharmayana juga menggelar ritual Ciswak atau tolak bala. Ritual ini ditujukan bagi umat yang shionya diprediksi mengalami ciong (bentrok nasib) di tahun Kuda Api 2026, yakni shio Tikus, Kuda, Kerbau, Ayam, dan Kelinci. Menariknya, prosesi Ciswak di vihara ini menunjukkan akulturasi budaya yang kuat. Umat mengantre untuk mengikuti ritual menyerupai melukat, di mana pemuka agama (Pemangku) membasuh dan memercikkan Tirta (air suci) kepada umat sebagai simbol penyucian diri dan penangkal energi negatif. “Ratusan orang mengikuti ritual Ciswak untuk memohon keselamatan dan keberuntungan. Sementara untuk persembahyangan Cap Go Meh secara keseluruhan, diperkirakan mencapai ribuan orang hingga malam nanti, termasuk wisatawan mancanegara,” tambahnya.

Di tengah kondisi ekonomi nasional yang penuh tantangan dan konflik global yang masih berkecamuk, momentum Cap Go Meh tahun ini diisi dengan doa-doa khusus bagi stabilitas bangsa. “Harapan kami, perayaan ini membawa berkah kemuliaan dan stabilitas ekonomi bagi Indonesia. Kami juga berdoa untuk kesejahteraan, keamanan, serta kedamaian bagi negara- negara luar yang saat ini sedang dilanda peperangan,” pungkas Adi Dharmaja.

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan