Ulang Tahun ICE ke-5, Rektor IMDE: Semua Perguruan Tinggi Harus Bertransformasi dalam Melayani Publik dan Mahasiswa

8 hours ago 4

SHNet, Jakarta-Rektor Institut Media Digital Emtek (IMDE), Totok Amin Soefijanto, Ed.D mengatakan,  ulang tahun ICE ke-5 ini menjadi tonggak baru bagi UT dan perguruan tinggi anggota konsorsium, termasuk IMDE, untuk melakukan refleksi, menakar dampak, dan meraih peluang masa depan. Singkatnya, semua perguruan tinggi harus bertransformasi dalam melayani publik dan mahasiswa. Teknologi pembelajaran yang semakin maju sejak pandemi hendaknya dimanfaatkan untuk memperkaya proses perkuliahan dan riset.

“Keberadaan AI niscaya akan merombak cara kita belajar dan mencari ilmu. Kita semua harus berbenah untuk menjadi semakin baik dalam menyiapkan anak-anak kita menghadapi dunia VUCA di masa depan,” ujar  Totok Amin Soefijanto.

Totok menyatakan hal itu terkait acara puncak peringatan 5th Anniversary ICE Institute yang mengusung tema “From Growth to Influence: Shaping the Future of Digital Education“. yang dilaksanakan melalui High-Level Strategic Talk Show bertajuk “ICE Institute at 5: From Innovation to Transformative Impact” di Grand Ballroom Lantai 5 Startup Center Building, IPB Science Techno Park (STP IPB), Kampus IPB Taman Kencana, Bogor, Selasa (28/7).

Forum tersebut menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, perguruan tinggi, industri, organisasi internasional, akademisi, mahasiswa, alumni, hingga komunitas pembelajar dari dalam maupun luar negeri. Diskusi menghadirkan Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Terbuka Prof. Ainun Na’im, mantan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia periode 2014-2019 Rudiantara, Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan IPB University Prof. Deni Noviana, Educational Psychology & Digital Learning Specialist Universitas Indonesia F.A. Triatmoko HS, serta mahasiswa Universitas Pradita Felix Fernando sebagai representasi generasi pembelajar digital.

Selain menjadi ruang dialog strategis, peringatan lima tahun ICE Institute juga ditandai dengan sejumlah langkah penting, antara lain penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dengan mitra strategis, peluncuran buku, pengumuman pilot project, serta penganugerahan ICE Institute Awards sebagai bentuk apresiasi kepada berbagai mitra yang telah berkontribusi dalam pengembangan ekosistem pendidikan tinggi digital.

Lima tahun pertama menjadi fondasi penting bagi ICE Institute dalam membangun ekosistem pembelajaran digital Indonesia. Ke depan, ICE Institute akan terus memperluas kolaborasi lintas sektor, menghadirkan inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, serta memperkuat akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi yang fleksibel dan berkualitas. Dengan semangat kolaborasi tersebut, ICE Institute diharapkan tidak hanya menjadi penghubung antarperguruan tinggi, industri, dan pemerintah, tetapi juga menjadi motor penggerak transformasi pendidikan tinggi digital Indonesia menuju tingkat global.

High-Level Strategic Talk Show bertajuk “ICE Institute at 5: From Innovation to Transformative Impact” di Grand Ballroom Lantai 5 Startup Center Building, IPB Science Techno Park (STP IPB), Kampus IPB Taman Kencana, Bogor, Selasa (28/7)

Sistem Pembelajaran Digital

Dari pembahasan diskusi dapat dikemukakan bahwa transformasi pendidikan tinggi digital di Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu penggeraknya adalah Indonesia Cyber Education Institute (ICE Institute), yang selama lima tahun terakhir membangun ekosistem pembelajaran digital dengan menghubungkan perguruan tinggi, industri, pemerintah, dan mitra internasional dalam satu platform kolaboratif. Upaya tersebut telah membuka akses pembelajaran yang lebih luas, fleksibel, dan berkualitas bagi masyarakat melalui berbagai inovasi pendidikan digital.

Hingga memasuki usia lima tahun, ICE Institute telah menjalin kemitraan dengan 49 perguruan tinggi dan institusi, menghadirkan 885 kursus daring nasional, serta membuka akses terhadap lebih dari 16.000 kursus daring internasional. Bersama perguruan tinggi mitra, ICE Institute juga mengembangkan 401 mata kuliah daring yang didukung oleh 956 pengembang konten dan telah dimanfaatkan oleh lebih dari 50.925 pembelajar dari Indonesia maupun mancanegara. Capaian tersebut mempertegas peran ICE Institute dalam memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus memperkuat budaya belajar sepanjang hayat di era digital.

Perjalanan tersebut dimulai ketika ICE Institute resmi diluncurkan pada 28 Juli 2021 sebagai national online learning marketplace. Sejak saat itu, ICE Institute terus mengembangkan berbagai inovasi pembelajaran, mulai dari pengembangan micro-credentials, pengakuan kredit pembelajaran (credit recognition), hingga memperluas kolaborasi lintas sektor guna menghadirkan pendidikan tinggi yang semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

Forum tersebut menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, perguruan tinggi, industri, organisasi internasional, akademisi, mahasiswa, alumni, hingga komunitas pembelajar dari dalam maupun luar negeri. Diskusi menghadirkan Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Terbuka Prof. Ainun Na’im, mantan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia periode 2014-2019 Rudiantara, Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan IPB University Prof. Deni Noviana, Educational Psychology & Digital Learning Specialist Universitas Indonesia F.A. Triatmoko HS, serta mahasiswa Universitas Pradita Felix Fernando sebagai representasi generasi pembelajar digital. (sur)

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan