Tasikmalaya Disiapkan Jadi Simpul Ekonomi Kreatif

2 hours ago 1

SHNet, Jakarta— Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah sebagai katalisator dalam menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional. Komitmen tersebut disampaikan Wakil Menteri Ekraf, Irene Umar, saat menerima audiensi Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan di Kantor Kementerian Ekraf, Senin (27/7).

“Pemerintah daerah merupakan kunci utama dalam menggerakkan ekonomi kreatif agar menjadi penopang baru kemajuan ekonomi nasional dari tingkat lokal. Sebab itu, setiap daerah wajib mengeksplorasi serta menonjolkan potensi khasnya supaya mampu membangun identitas ekonomi kreatif yang solid,” ujar Irene Umar.

Pertemuan itu juga membahas rencana kolaborasi Kementerian Ekraf dalam peringatan HUT ke-25 Kota Tasikmalaya yang akan berlangsung selama Oktober 2026. Sejumlah agenda yang disiapkan antara lain pemeriksaan kesehatan gratis dengan memanfaatkan Intellectual Property (IP) lokal, penyelenggaraan ajang lari ultramarathon dan fun run, optimalisasi Gedung Creative Center (GCC), serta berbagai aktivitas kreatif yang melibatkan masyarakat dan pelaku ekonomi kreatif.

Rangkaian kegiatan tersebut dirancang sebagai kolaborasi lintas sektor yang mengangkat potensi seni, budaya, kriya, dan kuliner lokal sehingga mampu menghadirkan perayaan yang berkesan sekaligus memberi dampak nyata bagi perekonomian masyarakat, khususnya generasi muda.

“Event di Tasikmalaya nanti harus dikemas secara holistik dengan mengangkat kearifan lokal seperti Bordir, Payung Geulis, dan makanan khasnya, salah satunya Nasi Tutug Oncom, serta diintegrasikan dengan standar keberlanjutan lingkungan, kesehatan, dan pelindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Kolaborasi lintas sektor ini tidak hanya menghadirkan pengalaman wisata yang unik, tetapi juga membuat karakter khas Tasikmalaya selalu melekat di ingatan dan menjadi daya tarik yang tak terlupakan,” kata Wamen Ekraf.

Kota Tasikmalaya memiliki potensi ekonomi kreatif yang besar melalui delapan industri unggulan yakni bordir dan konveksi, kelom geulis, payung geulis, batik, kerajinan mendong, anyaman bambu, kayu olahan, serta makanan dan minuman. Potensi ini didukung oleh dominasi subsektor kuliner dan kriya serta kunjungan wisatawan yang pada tahun 2025 mencapai 667.484 orang.

Oleh karena itu, Wamen Ekraf berharap agar seluruh potensi tersebut bisa dioptimalkan melalui kolaborasi lintas sektor agar menjadi identitas yang memiliki daya saing sesuai dengan posisi Tasikmalaya sebagai “Mutiara dari Priangan Timur”.

Kementerian Ekraf juga mendorong Kota Tasikmalaya untuk memperkuat kelembagaan ekonomi kreatif guna memastikan kelancaran pelaksanaan berbagai program strategis seperti Aktivasi Desa Kreatif, Aktivasi Ekraf Hub dan Creative by Indonesia. Langkah ini diharapkan mampu mengoptimalkan potensi lokal sekaligus mengakselerasi pertumbuhan ekosistem kreatif di wilayah tersebut secara berkelanjutan.

Momentum HUT Kota Tasikmalaya yang jatuh pada bulan Oktober diusulkan untuk dikolaborasikan ke dalam rangkaian acara nasional Peringatan Hari Ekraf nasional yang peringatannya jatuh pada setiap tanggal 24 Oktober dan aktivasi kegiatannya dilakukan sebulan penuh di berbagai daerah di Indonesia yang dikenal sebagai “Oktober Kreasi”.

Selain itu, Wamen juga membahas persiapan World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 21–23 Oktober 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, untuk merumuskan Jakarta Declaration sebagai peta jalan menuju Resolusi PBB tentang Ekonomi Kreatif bagi delegasi dari sekitar 80 negara. Peringatan HUT Tasikmalaya selaras dengan penyelenggaraan forum global tersebut.

“Terima kasih banyak kepada Bu Wamen dan tim Kementerian Ekraf, terkait diskusi serta masukan yang diberikan benar-benar luar biasa serta membuka mata kami dalam menyempurnakan rencana kegiatan ini. Kami sangat berharap sinergi ini terus berlanjut untuk mendorong Tasikmalaya sebagai simpul utama ekonomi kreatif di Priangan Timur dan Jawa Barat,” ujar Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan.

Dalam audiensi itu, Wamen Ekraf didampingi Plt. Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekraf, Agus Syarip Hidayat; Staf Khusus Bidang Penguatan Ekosistem Ekonomi Kreatif dan Data, Jago Anggara; Direktur Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan dan Investasi, Hayun Anujuprana; Direktur Fasilitasi Kekayaan Intelektual, M. Fauzi; serta Kepala Subdirektorat Manajemen Strategis, Dwi Wahyuni.

Hadir juga Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabilla Karbala; Kepala Bappelitbangda Kota Tasikmalaya, Apep Yosa Firmansyah; Kadis KUMKM-Perindag Kota Tasikmalaya, Sofian Z. Mutaqien, serta sejumlah pejabat lain di lingkungan Pemkot Tasikmalaya. (Stevani Elisabeth)

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan