Bali Tribune/AMBLES -Truk bermuatan Adem Sari seberat 9,5 ton ambles di depan rumah warga di Banjar Dinas Berembeng, Kecamatan Selemadeg Tabanan.
balitribune.co.id I Tabanan - Truk Mitsubishi Fuso B 9382 GJ yang memuat adem sari seberat 9,5 ton ambles di jalur utama Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di banjar Dinas Berembeng, Kecamatan Selemadeg kabupaten Tabanan, Selasa (3/3/2026).
Kapolsek Selemadeg Kompol I Made Subadi, ketika dikonfirmasi menjelaskan truk yang bermuatan adem sari seberat 9,5 ton yang melaju dari arah Gilimanuk menuju Denpasar pada Selasa subuh sekitar pukul 04.00 wita. “Truk ambles di bahu jalan sebelah kiri setelah ketika pengemudi mencoba menepikan kendaraan ke bahu jalan untuk melakukan perbaikan truk,” jelasnya Selasa sore.
Dilanjutkan Subadi, truk mengalami ambles dan ban belakangnya terjebak karena kondisi tanah yang tidak stabil. Sehingga tiba-tiba ambles sehingga kendaraan terjebak dan menghambat sebagian akses jalan.
Untuk mencegah kemacetan lalu lintas di selama proses evakuasi tersebut, Unit Lantas bersama piket fungsi Polsek Selemadeg melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas secara intensif di lokasi kejadian. “Proses evakuasi dilakukan dengan menggunakan mobil derek, selanjutnya truk ditarik menuju ke lokasi yang aman untuk selanjutnya dilakukan perbaikan sesuai dengan kerusakan yang dialami truk,” lanjutnya.
Sementara itu, untuk insiden kerusakan bahu jalan di depan rumah warga milik I Wayan Adi Sutrisna, Subadi menyebutkan jika prosesnya sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Proses evakuasi sendiri selesai sekitar pukul 111.00 wita. Untuk penyelesaian amblesnya bahu jalan yang ada di depan rumah warga ini, sopir truk menyatakan permohonan maaf dan berkomitmen merapikan kembali lubang bekas amblesan tersebut.
Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati, menyatakan jika respon cepat ini merupakan wujud pelayanan prima dalam menjaga kelancaran arus logistik dan keamanan pengguna jalan. "Kehadiran personel di lapangan memastikan tidak ada antrean kendaraan yang mengular, dan kami mengapresiasi penyelesaian masalah secara humanis antara pengemudi dengan warga terdampak sehingga situasi Kamtibmas tetap terjaga," ungkapnya.


















































