
KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID--Di tengah hiruk-pikuk kehidupan yang penuh tekanan, siapa sangka bahwa berteriak yang sering dianggap negatif atau tidak sopan justru menyimpan kekuatan tersembunyi yang baik bagi kesehatan fisik dan mental?
Ternyata, melepaskan teriakan bisa menjadi cara alami tubuh untuk menyalurkan emosi, meredakan tekanan batin, bahkan membantu mengurangi rasa sakit. Dalam beberapa terapi modern, teknik berteriak kini mulai digunakan sebagai salah satu bentuk pelepasan emosi atau “emotional release”.
Dilansir dari Kumparan, berikut lima manfaat yang didukung oleh berbagai riset ilmiah maupun pengamatan psikologis:
1. Lega! Berteriak Bisa Redakan Stres Secara Instan
Ketika stres terasa menumpuk di dada dan kepala seolah ingin meledak, berteriak bisa menjadi "katup pelepas tekanan" yang efektif. Teriakan memicu pelepasan ketegangan otot, mempercepat aliran darah, dan memberi efek seperti me-reset tubuh. Bahkan, ada metode khusus bernama “primal scream therapy” yang digunakan dalam psikologi modern untuk membantu pasien mengekspresikan trauma atau beban batin.
2. Takut? Teriaklah
Ternyata, otak manusia merespons teriakan sebagai bentuk pelampiasan rasa takut. Itu sebabnya, saat kita ketakutan entah karena gelap, mimpi buruk, atau bahaya mendadak secara refleks kita bisa berteriak. Proses ini membantu otak mengenali situasi dan melepaskan hormon yang menenangkan setelahnya.
3. Teriakan = Suntikan Semangat
Jika kamu pernah melihat atlet berteriak sebelum bertanding atau saat mencetak skor, itu bukan hanya drama. Berteriak secara ilmiah mampu menstimulasi produksi serotonin, hormon yang mengatur emosi dan membantu tubuh tetap fokus. Dengan berteriak, tubuh seperti dipaksa kembali ke mode “berani” dan “bersemangat”.
4. Mampu Meredakan Nyeri
Tanpa sadar, kita sering berteriak atau mengeluarkan suara saat terluka. Ini bukan tanpa alasan. Otak manusia ternyata mengalihkan fokus dari rasa sakit ke suara, sehingga intensitas nyeri bisa terasa lebih ringan. Sebuah studi di jurnal Current Biology menyebutkan bahwa vokalisasi keras—seperti berteriak—bisa menurunkan persepsi terhadap rasa sakit.
5. Redakan Ledakan Emosi
Marah, frustrasi, kecewa, atau sedih yang menumpuk bisa meledak jika tidak disalurkan. Daripada memendam atau melampiaskan pada orang lain, berteriak di tempat yang aman bisa membantu melepaskan emosi secara sehat. Ini bisa menenangkan suasana hati, memperbaiki mood, dan bahkan mencegah tindakan impulsif.
Tapi, Jangan Berteriak Sembarangan!
Meski bermanfaat, tentu tidak dianjurkan berteriak sembarangan di ruang publik atau dekat orang lain. Pakar menyarankan untuk melakukannya di ruang terbuka seperti:
- Gunung
- Pantai
- Danau
- Sungai
- Di dalam mobil (jika aman dan parkir)
Beberapa orang bahkan mencoba “terapi teriak” di kamar mandi dengan suara air mengalir agar tidak mengganggu sekitar.
Penutup:
Berteriak adalah cara tubuh bicara saat kata-kata tidak cukup. Jadi jika kamu merasa penuh tekanan, takut, atau frustrasi coba ambil waktu, pergi ke tempat sepi, dan teriaklah. Tubuh dan pikiranmu akan berterima kasih.(*)