
KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID--Pemerintah kembali menyoroti dampak buruk penggunaan gadget berlebihan pada anak-anak, khususnya dalam konteks permainan daring seperti Roblox. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menyebut bahwa screen time anak-anak kini bisa mencapai belasan jam per hari, bahkan ditemukan pada anak di bawah usia dua tahun.
“Ini sangat mengkhawatirkan. Anak-anak harus tetap aktif secara fisik dan sosial. Jangan karena rewel, langsung diberi gadget,” kata Pratikno di kantor Kemenko PMK, Jakarta, Selasa (19/8). Dikutip dari kompas,com
Rata-rata masyarakat Indonesia menghabiskan waktu 7 jam per hari di depan layar. Pemerintah pun mendorong orang tua agar tidak menjadikan gadget sebagai solusi instan untuk menenangkan anak.
Selain itu, Pratikno juga menekankan pentingnya program Bijak dan Cerdas Berdigital dan Ber-AI, agar teknologi, termasuk AI, dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran dan produktivitas—bukan sekadar hiburan pasif.
Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti juga menyoroti game Roblox, menyebutnya sarat kekerasan dan tidak cocok untuk anak. Ia mengimbau para siswa agar menjauh dari konten digital yang berpotensi menumbuhkan perilaku agresif.
“Anak-anak sering tidak paham bahwa yang mereka lihat di game itu tidak nyata. Ini bisa memicu peniruan kekerasan di dunia nyata,” ujar Abdul Mu’ti saat kunjungan ke SDN Cideng 02, Jakarta Pusat (4/8).
Menanggapi hal ini, anggota Komisi I DPR Syamsu Rizal mendesak Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk segera melakukan pengawasan ketat serta pemblokiran konten digital yang memuat kekerasan, pornografi, dan konten tidak ramah anak.
“Komdigi jangan menunggu viral dulu baru bertindak. Harus proaktif dan melibatkan orang tua dalam pengawasan digital,” tegas Syamsu.