Bali Tribune / PROSESI SAKRAL - Ribuan pamedek menyemut di areal Catus Pata Kota Gianyar, mengiringi prosesi sakral 'pamendak agung' dan 'pacepukan patapakan barong' dalam rangkaian piodalan di Pura Dalem Serongga, Gianyar, Selasa (28/7/2026) pagi.
balitribune.co.id I Gianyar - Ribuan pamedek menyemut di areal Catus Pata Kota Gianyar, mengiringi prosesi sakral 'pamendak agung' dan 'pacepukan patapakan barong' dalam rangkaian piodalan di Pura Dalem Serongga, Gianyar. Banyaknya warga yang mengikuti prosesi ini sempat membuat arus lalu lintas di Kota Gianyar lumpuh, Selasa (28/7/2026) pagi.
Meski diguyur hujan, iring-iringan patapakan barong dari berbagai desa tetap berjalan kaki menuju Catus Pata. Prosesi pacepukan berlangsung khidmat, bahkan sejumlah pangiring tampak mengalami kerauhan. Setelah itu, seluruh patapakan barong bersama Pangelingsir Puri Agung Gianyar melaksanakan pamendak agung sebelum melanjutkan perjalanan ke Pura Dalem Serongga.
Jero Bandesa Adat Serongga, Pande Made Sudarsana, mengatakan tahun ini terdapat delapan patapakan barong dari Kabupaten Gianyar dan Klungkung yang mengikuti prosesi. Rangkaian karya akan berlanjut hingga Umanis Wali dengan pementasan seni sakral penyalonarangan selama tiga hari.
Pemangku Pura Dalem Serongga, Jro Mangku I Made Merta Nadi, menjelaskan tradisi nuwur dan pacepukan yang digelar setiap lima tahun sekali bertujuan mempererat persaudaraan antardesa adat serta menjaga warisan spiritual dan budaya Bali.
Memastikan rangkaian proses berjalan lancar, Polsek Gianyar menerjunkan sebanyak 93 personel gabungan yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Gianyar, Kompol I Made Adi Suryawan, S.H., M.M. Sedikitnya, 10.000 pamedek dan krama ikut mengiringi delapan Patapakan Barong dari sejumlah desa adat di Kabupaten Gianyar dan Kabupaten Klungkung menuju lokasi upacara.
Personel ditempatkan di berbagai titik strategis sesuai plotingan, khususnya pada persimpangan jalan dan jalur yang dilalui iring-iringan pamedek serta Patapakan Barong. Selain melakukan pengamanan, petugas juga melaksanakan pengaturan dan pengalihan arus lalu lintas secara situasional guna mengantisipasi kepadatan kendaraan, memberikan prioritas kepada peserta upacara, serta menjaga kelancaran aktivitas masyarakat pengguna jalan.
"Kami mengoptimalkan pengamanan di setiap titik, khususnya pada persimpangan yang menjadi jalur pergerakan pamedek dan Patapakan Barong. Pengaturan maupun pengalihan arus lalu lintas dilakukan secara situasional," terang Kapolsek.
Puncak kegiatan ditandai dengan prosesi Pacepukan Patapakan Barong di Catus Pata Simpang Empat Puri Gianyar yang menjadi simbol penguatan persaudaraan antar-Desa Adat. Setelah prosesi selesai, seluruh Patapakan Barong melanjutkan perjalanan menuju Pura Dalem Serongga untuk mengikuti rangkaian pujawali.
















































