Bali Tribune / RAKOR - Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya saat memimpin Rapat Kordinasi Pelaksanaan Pengamanan dan Persiapan Menyambut Hari Suci Nyepi Caka 1948 Tahun 2026 di Kantor Dinas Kebudayaan Kota Denpasar pada Rabu (4/3/2026).
balitribune.co.id | Denpasar - Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya mengajak seluruh stakeholder untuk bersama-sama menjaga keamanan, kondusifitas dan kelancaran Rangkaian Hari Suci Nyepi Caka 1948 Tahun 2026. Rangkaian tersebut dimulai dari Pelaksanaan Prosesi Makiyis/Melasti, Tawur Agung Kesanga, Malam Pangerupukan, Nyepi dan Ngembak Geni. Hal tersebut disampaikan Sekda Eddy Mulya saat memimpin Rapat Kordinasi Pelaksanaan Pengamanan dan Persiapan Menyambut Hari Suci Nyepi Caka 1948 Tahun 2026 di Kantor Dinas Kebudayaan Kota Denpasar pada Rabu (4/3/2026).
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Forkopimda Kota Denpasar, Ketua MDA Kota Denpasar, I Ketut Wisna, Ketua Sabha Upadesa, I Wayan Butuantara, PHDI Kota Denpasar, FKUB Kota Denpasar, Bendesa Adat se-Kota Denpasar, Perwakilan Perbekel/Lurah se-Kota Denpasar, Parum Pekaseh, Pasikian Pecalang, Pasikian Yowana serta undangan lainya.
Dalam arahannya, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya mengajak semua pihak baik itu Desa Adat, Desa/Kelurahan hingga aparat TNI/Polri bersama-sama menjaga kondusifitas dan kelancaran rangkaian Hari Suci Nyepi Caka 1948 yang jatuh pada 19 Maret 2026. Dimana, rangkaian Hari Suci Nyepi meliputi Melasti, Tawur Agung Kesanga, Malam Pangerupukan, Pengarakan Ogoh-ogoh, Nyepi dan Ngembak Geni. Terlebih, rangkaian Hari Suci Nyepi Tahun ini beriringan dengan pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri.
“Pada intinya kami berharap semua pihak ikut menjaga rangkaian Hari Suci Nyepi Caka 1948 dapat berjalan dengan lancar, kondusif dan aman, dan tentunya senantiasa menjaga harmoni dalam keberagaman,” ujarnya
Lebih lanjut dijelaskan, secara teknis rangkaian Hari Suci Nyepi diserahkan pelaksanaanya kepada Desa Adat. Hal ini mengingat Desa Adat dengan pararem, awig dan desa mawecara telah memiliki tatanan tersendiri dalam pelaksanaanya. Sehingga Pemerintah Kota Denpasar hanya bertindak sebagai fasilitator dan memberikan wadah kordinasi guna mendukung kelancaran serta menjaga kondusifitas.
“Kami meyakini secara teknis bahwa Desa Adat sudah lebih intens mengetahui rangkaian Hari Suci Nyepi, namun untuk memastikan kelancaran dan kondusifitas di lapangan nanti, melalui rapat ini nantinya menjadi wahana untuk menyamakan persepsi, utamanya berkaitan dengan mobilitas dan keamanan,” ujar Eddy Mulya.
Hal senada disampaikan Bendesa Madya MDA Kota Denpasar, I Ketut Wisna, mengatakan, rapat kordinasi ini merupakan wujud penyamaan persepsi, serta mengatur pelaksanaan rangkaian Hari Suci Nyepi di Kota Denpasar. Yang diatur pun tidak teknis, melainkan pergerakan masyarakat, semisal jadwal melasti, pengarakan ogoh-ogoh dan pengamanan.
“Sejalan dengan Pemerintah Kota Denpasar, saya kira di Desa Adat sudah jelas sesuai dengan pararem dan kebiasaan yang sudah berlangsung, dengan ini kami hanya mengatur teknis baik itu mobilitas, jasdwal serta pola pengamanan, semoga rangkaian Hari Suci Nyepi tahun ini berjalan dengan lancar dan kondusif serta harmoni,” ujarnya.

















































