Nyctophobia: Ketakutan Berlebihan pada Kegelapan yang Perlu Diwaspadai

1 week ago 13
Ilustrasi

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID--Nyctophobia atau fobia gelap adalah gangguan psikologis yang membuat penderitanya mengalami ketakutan berlebihan saat berada di tempat yang minim cahaya atau gelap total. Kondisi ini bukan sekadar rasa takut biasa, tetapi dapat menimbulkan kepanikan yang serius dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Apa Itu Fobia Gelap?

Rasa takut adalah reaksi alami tubuh terhadap ancaman yang bisa membahayakan. Namun, ketika rasa takut menjadi tidak terkendali dan berlebihan, terutama terhadap situasi tertentu seperti kegelapan, maka kondisi ini dikategorikan sebagai fobia. Nyctophobia bisa dialami oleh siapa saja, mulai dari anak-anak hingga dewasa.

Penyebab Fobia Gelap

Belum ada penyebab pasti dari nyctophobia, tetapi beberapa penelitian menunjukkan bahwa pengalaman traumatis di tempat gelap dapat memicu fobia ini. Selain itu, ketidakmampuan melihat lingkungan secara jelas dalam kegelapan menimbulkan kecemasan dan kekhawatiran yang berlebihan.

Gejala Fisik dan Psikologis Nyctophobia

Saat menghadapi kegelapan, penderita nyctophobia dapat mengalami:

  • Sulit bernapas, sesak dada, detak jantung cepat
  • Berkeringat dingin, gemetar, pusing
  • Mual, sakit perut, hingga pingsan
  • Perasaan cemas, panik, dan keinginan kuat untuk segera meninggalkan tempat gelap

Gejala ini bisa sangat mengganggu kehidupan sehari-hari, termasuk menghindari bepergian malam hari, sulit tidur tanpa lampu, atau bahkan kemarahan yang tidak jelas saat berada di tempat minim cahaya.

Dampak Nyctophobia dalam Kehidupan Sehari-hari

Tidak seperti ketakutan biasa, nyctophobia bisa menyebabkan gangguan emosional dan fisik yang serius seperti insomnia, depresi, dan isolasi sosial. Penderita sering merasa tertekan dan mengalami kesulitan beraktivitas normal, terutama saat malam hari atau di lingkungan yang gelap.

Cara Mengatasi Fobia Gelap

Dilansir dari Alodokter, ada beberapa metode terapi efektif untuk mengatasi nyctophobia, antara lain:

  • Psikoterapi, terutama terapi perilaku kognitif (CBT) yang membantu penderita mengubah pola pikir negatif dan mengendalikan kecemasan.
  • Terapi paparan (eksposur) yang secara bertahap membiasakan penderita dengan situasi gelap sehingga rasa takut berkurang.
  • Terapi relaksasi, seperti teknik pernapasan, meditasi, dan yoga, berguna untuk mengendalikan stres dan gejala fisik akibat fobia.
  • Pengobatan jika terapi non-medis belum efektif; obat penenang mungkin diresepkan untuk jangka pendek guna mengurangi kecemasan.

Kapan Harus Mencari Bantuan Profesional?

Jika fobia gelap sudah berlangsung lama, lebih dari 6 bulan, dan mengganggu aktivitas sehari-hari, penting untuk segera konsultasi ke psikiater. Penanganan yang tepat akan disesuaikan dengan tingkat keparahan fobia dan kebutuhan individu.(*)

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan