Nelayan, Petani, Buruh Kini Jadi Tamu Istimewa di Istana Merdeka

1 week ago 19
Nelayan di Pantai dapat undangan HUT ke-80 RI di Istana Merdeka. (Foto: Biro Sekretariat Presiden)

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID--Presiden Prabowo Subianto memberi warna baru dalam perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia yang digelar di Istana Merdeka pada Minggu (17/8/2025). Tak hanya pejabat atau tamu kenegaraan, tahun ini rakyat dari berbagai profesi turut diundang langsung untuk menyaksikan upacara sakral tersebut.

Mulai dari petani, nelayan, buruh, hingga penjual es teh, mereka datang dengan penuh rasa syukur dan bangga. Salah satunya Faizal Zikri, penjual es teh yang sehari-hari mangkal di sekitar Stasiun Juanda, Jakarta. Ia tak menyangka bisa menjadi tamu undangan resmi di Istana Merdeka.

"Senang banget bakal bisa ketemu Bapak Prabowo. Semoga Indonesia selalu aman, sehat, dan penuh berkah," ujar Faizal, Sabtu (16/8).

Di Karawang, petani seperti Omo Ahmad dan Rohman Permana juga merasa bangga sekaligus terharu. Mereka melihat undangan ini bukan sekadar selebrasi, melainkan bentuk penghormatan atas jerih payah rakyat kecil.

"Rasanya seperti mimpi. Semoga pemerintah terus bantu petani—dari harga padi, pupuk, sampai alat pertanian," kata Rohman.

Nelayan dari Pantai Marunda pun turut merasakan euforia. Rana, salah satu nelayan kecil yang mendapat undangan, berharap suara mereka makin didengar.

"Baru kali ini nelayan kecil diundang ke Istana. Harapan kami, laut bersih dari limbah dan kami bisa melaut dengan tenang," katanya. dikutip dari detik.com

Dari kalangan buruh, Burhan Aman menyebut momen ini sebagai tonggak sejarah. Ia menegaskan pentingnya perhatian pemerintah terhadap nasib pekerja kecil.

"Puluhan tahun buruh tak diundang. Sekarang kami merasa dihargai. Semoga Presiden terus berpihak pada rakyat kecil," ujarnya.

Langkah Presiden Prabowo mengundang masyarakat dari lapisan bawah ini menjadi simbol inklusivitas dan penghargaan terhadap peran vital rakyat dalam membangun Indonesia. Istana Merdeka pun kini menjadi rumah bersama, bukan hanya untuk elite, tapi juga untuk rakyat biasa yang berjasa.

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan