Nelayan Medewi Hilang Misterius, Jukung Ditemukan Mengapung dengan Mesin Menyala

8 hours ago 6

Bali Tribune / PENCARIAN - Tim SAR Gabungan melaksankan operasi pencarian terhadap Asmuri (43), warga Banjar Pesinggahan Medewi yang dilaporkan hilang saat melaut pada Sabtu (1/8/2026) dini hari

balitribune.co.id | Negara - Misteri hilangnya seorang nelayan asal Desa Medewi, Kecamatan Pekutatan hingga Minggu (2/8/2026) malam belum juga terpecahkan. Asmuri (43), warga Banjar Pesinggahan Medewi, dilaporkan hilang setelah jukung miliknya ditemukan mengapung dan terombang-ambing tanpa awak di perairan Medewi pada Sabtu (1/8/2026) dini hari. Hingga hari kedua pencarian, korban belum ditemukan meski operasi penyisiran terus dilakukan di laut maupun pesisir pantai. 

Kapolsek Pekutatan, Kompol Benyamin Nikijuluw menjelaskan personil Polsek Pekutatan awalnya menerima laporan dugaan hilangnya seorang nelayan Desa Medewi pada Sabtu (1/8/2026) dini hari sekitar pukul 01.30 WITA,. Berdasarkan informasi yang diterima, korban berangkat melaut seorang diri pada Jumat (31/7/2026) sekitar pukul 23.00 WITA. Korban menggunakan jukung miliknya untuk untuk mencari ikan di perairan selatan Desa Medewi.

Sekitar pukul 01.00 WITA, rekan korban sesama nelayan menemukan jukung milik Asmuri mengapung di tengah laut dalam kondisi mesin masih menyala.  Namun, korban tidak berada di atas jukung. Mengetahui kejadian tersebut, para nelayan langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi penemuan, tetapi upaya tersebut belum membuahkan hasil. Sekitar pukul 01.30 WITA, tetangga korban, Halim Hata, melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pekutatan.

Menerima laporan itu, personel Polsek Pekutatan mendatangi lokasi kejadian. Pihaknya telah meminta keterangan dari pihak keluarga korban serta berkoordinasi dengan nelayan setempat serta instansi terkait guna mendukung proses pencarian. Pihaknya menyatakan proses pencarian masih dilakukan oleh Tim SAR Gabungan"Hingga saat ini korban masih dalam proses pencarian oleh petugas bersama masyarakat nelayan," ujar Kompol Benyamin Nikijuluw.

Sementara itu, Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, I Dewa Putu Hendri Gunawan, saat dikonfirmasi Minggu (2/8/2026), mengatakan operasi pencarian masih terus berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur potensi SAR. Pencarian dilakukan melalui penyisiran di perairan serta sepanjang pesisir Pantai Pulukan, Medewi hingga Yehsumbul.

"Hingga hari kedua, baik pencarian di laut maupun di darat masih nihil," ungkapnya.

Ia menjelaskan, jukung korban pertama kali ditemukan sekitar 100 meter dari garis pantai. Saat ditemukan jukung tersebut dalam kondisi mesin masih menyala. Keberadaan jukung diketahui setelah menabrak jukung milik nelayan asal Yehsumbul yang sedang melaut. Di atas jukung juga ditemukan pakaian milik korban. Namun, karena korban berangkat melaut seorang diri, tidak ada saksi yang mengetahui secara pasti kronologi hilangnya nelayan tersebut.

"Awalnya jukung korban menabrak jukung yang dikemudikan nelayan Yehsumbul. Di atas jukung juga ditemukan pakaian korban, tetapi tidak ada saksi karena korban berangkat melaut sendiri," jelasnya. Selain melanjutkan pencarian, tim SAR juga mengingatkan nelayan agar meningkatkan kewaspadaan saat melaut. Berdasarkan kondisi di lapangan, angin di perairan selatan Jembrana bertiup cukup kencang dengan tinggi gelombang yang berfluktuasi.

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan