
KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID--Momentum dirgahayu kemerdekaan Republik Indonesia menjadi semangat bagi duet Azhari-Adam untuk mewujudkan Buton Tengah (Buteng) menjadi kota pendidikan dan kota santri. Sekolah Rakyat di Buteng diyakini akan menggerakkan roda ekonomi karena didukung pendanaan APBN yang mencapai ratusan miliar rupiah untuk pembangunan di berbagai titik. Pengembangan kota pendidikan, melalui upaya menghadirkan Perguruan Tinggi Negeri di Buteng, termasuk rencana kerjasama dengan IAIN Kendari.
"Akhir bulan ini, Menteri Agama akan hadir dalam rangka peresmian Buteng sebagai kampus B IAIN Kendari. Menteri Agama juga akan membawa pondok pesantrennya di Buteng. Sehingga, jalur di bidang pendidikan dan kota santri di Buteng sejauh berjalan," tambahnya.
Pemkab Buteng juga menggenjot hadirnya industri berbasis ekonomi buruh dan ekonomi hijau. Sehingga akan sinergi dengan program studi kampus yang ada di Buteng khususnya perikanan, kelautan, peternakan, perkebunan dan pertanian. Selain itu, Bupati juga menyinggung peluang investasi sektor perikanan, khususnya budidaya lobster di kawasan teluk Buteng. Kerjasama dengan sejumlah universitas dan investor sedang dijajaki, yang berpotensi menciptakan ribuan lapangan kerja bagi masyarakat, khususnya mahasiswa.
“Dengan adanya industri perikanan modern, mahasiswa tidak hanya belajar, tetapi juga bisa bekerja sambil kuliah. Ini menjadi keunggulan Buteng dibandingkan daerah lain. Saatnya untuk berbenah, kita melangkah tanpa henti dan berinovasi membangun kolaborasi dari pusat sampai ke daerah serta membangun jaringan-jaringan. Agar kolaborasi dan jaringan itu mendorong Butenv menjadi daerah mandiri kedepannya. Saya berharap, masyarakat Buteng solidaritasnya ditumbuhkan kembali. Momen pilkada sudah selesai, mari kita kedepankan kepentingan daerah dan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya. (Adv)