
KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID--Tidur merupakan momen penting untuk memulihkan tubuh dan pikiran. Namun, kualitas tidur sangat dipengaruhi oleh lingkungan, termasuk suara yang terdengar di sekitar. Meski tampaknya tubuh “terputus” dari dunia luar saat tidur, otak tetap bekerja khususnya bagian bernama korteks auditori, yang tetap aktif memproses suara.
Tidak semua suara akan membangunkan kita. Beberapa justru membantu kita tidur lebih dalam. Salah satu contohnya adalah suara hujan, yang sering disebut mampu membuat tidur lebih nyenyak. Mengapa?
Otak Menilai Suara Berdasarkan Ancaman
Dilansir dai hellosehat, otak kita secara alami memproses suara berdasarkan tingkat ancaman. Suara keras dan tiba-tiba seperti alarm atau teriakan akan langsung mengaktifkan sistem “bahaya” dalam otak dan bisa membangunkan kita. Namun, suara yang tenang dan berulang seperti angin bertiup atau ombak bergulung, dianggap tidak berbahaya, sehingga bisa diabaikan oleh otak.
Meskipun suara hujan terkadang cukup keras, ia masuk dalam kategori suara non-ancaman. Polanya yang konsisten dan ritmis cenderung membuat otak merasa aman, sehingga justru membantu kita tertidur atau tetap tertidur lebih lama.
Suara Hujan Termasuk White Noise
Suara hujan termasuk dalam kelompok yang disebut white noise jenis suara konstan yang memiliki spektrum frekuensi lebar, biasanya dari 20 hingga 20.000 Hertz. White noise memiliki intensitas yang relatif merata di seluruh rentang frekuensinya, sehingga mampu “menyamarkan” suara-suara lain di sekitar kita.
Selain hujan, contoh white noise alami lainnya termasuk:
- Suara ombak
- Hembusan angin di pepohonan
- Suara jangkrik malam
White noise buatan juga bisa berasal dari:
- Suara kipas angin
- Pendingin ruangan (AC)
- Mesin cuci
Mengapa White Noise Membantu Tidur?
Dengan menyamarkan suara-suara yang bersifat mengganggu seperti klakson, suara kendaraan, atau obrolan dari luar kamar white noise membantu menjaga kestabilan suasana tidur. Otak tidak terganggu oleh suara yang tiba-tiba muncul dan berubah intensitas, sehingga lebih mudah masuk ke dalam fase tidur dalam (deep sleep).
Tidak heran banyak aplikasi dan perangkat tidur kini menyediakan pilihan suara hujan atau white noise sebagai fitur utama.
Catatan Penting: Tidak Semua Orang Merespons Sama
Respons terhadap white noise bisa berbeda-beda. Ada orang yang merasa terbantu dengan suara alam, sementara yang lain justru merasa terganggu. Ini bergantung pada sensitivitas otak dan gelombang tidur masing-masing individu.
Bila kamu mengalami gangguan tidur, tidak ada salahnya mencoba menambahkan elemen suara hujan atau white noise sebagai bagian dari rutinitas malam. Namun, tetap perhatikan kenyamanan pribadi agar tidak menimbulkan efek sebaliknya.(*)