Katanya Swasembada ? Kok Impor 1.000 Ton Beras dari AS, Begini Penjelasan Menko Zulhas

14 hours ago 3

KENDARIPOS. CO. ID -- Pemerintah angkat bicara terkait rencana impor beras dari Amerika Serikat (AS). Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memastikan beras yang akan didatangkan bukan beras biasa yang dikonsumsi masyarakat sehari-hari, melainkan beras khusus dengan spesifikasi tertentu.

Impor tersebut disebut hanya sebesar 1.000 ton dan masuk dalam skema kerja sama dagang timbal balik Indonesia–AS yang dikenal sebagai Agreement of Reciprocal Trade (ART).

"Oh yang beras, itu mengenai beras khusus,” kata Zulhas usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta seperti dikutip dari Liputan 6, Senin (2/3/2026).

Ia menjelaskan, jenis beras yang diimpor menyasar segmen tertentu, seperti beras Jepang atau beras khusus bagi kebutuhan diet tertentu.

“Seperti Jepang gitu, ada beras Jepang, disebut beras khusus. Nah kalau beras khusus, ada juga beras buat orang yang kena gula gitu. Kita yang jelas bukan beras yang buat makanan kita,” ujarnya.

Zulhas menegaskan, kebijakan ini bukan untuk menggantikan beras lokal yang menjadi konsumsi mayoritas masyarakat Indonesia.

Menurut Zulhas, impor beras khusus bukan hal baru. Indonesia juga memiliki skema serupa dengan Jepang, terutama untuk memenuhi kebutuhan restoran Jepang yang memerlukan jenis beras tertentu dan tidak diproduksi secara massal di dalam negeri.

Saat ditanya mengapa tidak diproduksi di dalam negeri, ia menyebut faktor harga menjadi pertimbangan utama.

“Mahal itu, 100 ribu lebih satu kilo kan? Siapa mau beli kan? Yang beli kan yang makan di restoran Jepang aja,” katanya.

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan