Jemaah Haji Asal Desa Pegayaman Meninggal di Mekkah

10 hours ago 6

Bali Tribune / RUMAH DUKA - Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Buleleng H. Agus Annurrachman mengunjungi rumah duka di Desa Pegayaman, Buleleng, setelah dikabarkan salah seorang jemaah haji bernama Ibrahim Mujab meninggal di Mekkah, Arab Saudi.

balitribune.co.id I Singaraja - Seorang jemaah haji asal Kabupaten Buleleng, Ibrahim Mujab (75), asal Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng, meninggal dunia di Mekkah, Arab Saudi, pada Minggu (31/5/2026) siang waktu setempat. Ibrahim dinyatakan meninggal usai menjalani rangkaian puncak ibadah haji. 

Meninggalnya jemaah haji asal Buleleng itu dibenarkan oleh pendamping Jemaah Haji Buleleng, Muhammad Ali Susanto. Ali mengatakan Ibrahim mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 13.30 Waktu Arab Saudi (WAS) saat menjalani perawatan di Rumah Sakit King Faisal, Mekkah. “Pada saat kita sedang mempersiapkan prosesi tawaf ifadlah, Bapak Ibrahim meninggal,” ujar Ali saat dikonfirmasi, Senin (1/6/2026).

Menurut Ali, kondisi kesehatan Ibrahim sebenarnya sudah cukup rentan sejak awal keberangkatan ke Tanah Suci. Selain faktor usia, jemaah yang tergabung dalam Kloter SUB-71 tersebut juga mengalami gangguan kesehatan selama menjalankan ibadah.

Kondisinya semakin menurun setelah mengikuti rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Saat itu, Ibrahim mengalami kesulitan makan sehingga kondisi fisiknya terus melemah. “Pada saat Armuzna kami sudah mengkhawatirkan karena beliau tidak mau makan. Padahal sudah kami rayu agar ada tenaga,” ungkap Ali.

Setelah kembali ke Mekkah pada Jumat (29/5/2026), kondisi Ibrahim semakin menurun hingga akhirnya dirujuk ke RS King Faisal pada malam harinya. Meski sempat mendapatkan perawatan intensif, Ibrahim dinyatakan meninggal dunia pada Minggu siang. Jenazah almarhum kemudian disalatkan di Masjidil Haram dan dimakamkan di Mekkah usai Salat Asar.

Meski belum sempat menyelesaikan tawaf ifadlah dan sai, Ali memastikan ibadah haji Ibrahim tetap dinyatakan sah karena telah melaksanakan wukuf di Arafah yang merupakan rukun utama haji. “Proses haji itu sebenarnya Arafah. Wukuf menjadi rukun haji. Untuk pelengkap seperti ifadlah, akhirnya dibadalkan oleh penyelenggara haji Indonesia di Arab Saudi untuk menyempurnakan hajinya,” jelasnya.

Ali menambahkan, kelelahan pasca Armuzna juga dialami sejumlah jemaah lainnya. Aktivitas yang padat selama empat hari di Arafah, Muzdalifah, dan Mina menyebabkan banyak jemaah mengalami penurunan kondisi kesehatan. “Rata-rata jemaah kembali ke hotel dalam keadaan drop. Ada yang tensinya naik, ada juga yang gula darahnya meningkat dan fisiknya lemah,” ujarnya.

Hingga saat ini, masih terdapat dua jemaah yang menjalani perawatan di rumah sakit, sementara beberapa lainnya mendapat penanganan medis di hotel oleh petugas kesehatan haji.

Untuk membantu jemaah lanjut usia dan yang mengalami kelelahan, panitia juga menyiapkan berbagai skema pendampingan, termasuk penggunaan buggy car dan layanan kursi roda saat pelaksanaan tawaf ifadlah maupun sai.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Buleleng H. Agus Annurrachman mengatakan, usai mendengar kabar duka tersebut, pihaknya mendatangi pihak keluarga di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng. Agus mengaku melakukan kunjungan resmi kediaman keluarga jemaah haji asal Buleleng yang meninggal dunia di Tanah Suci.

Kunjungan ini dilakukan untuk menyampaikan rasa belasungkawa sekaligus memberikan dukungan moril kepada keluarga almarhum. Melalui kunjungan ini, ia berharap dapat meringankan beban psikologis keluarga serta memastikan bahwa hak-hak jemaah yang wafat di Tanah Suci terpenuhi dengan baik sesuai prosedur yang berlaku.

Dalam keterangannya, Agus Annurrahman menyampaikan bahwa pihak keluarga menyambut baik kedatangan perwakilan Kemenag Buleleng. Kehadiran petugas di tengah masa duka tersebut dinilai memberikan semangat tersendiri bagi keluarga yang ditinggalkan.

"Alhamdulillah, kunjungan kami ke sana disambut dengan sangat baik oleh pihak keluarga. Mereka menyampaikan ucapan terima kasih, dan kehadiran kami ternyata menjadi penyemangat bagi mereka," ujar Agus Annurrahman.

Agus mengungkapkan bahwa pihak keluarga telah mengikhlaskan kepergian almarhum. Terlebih lagi, almarhum mengembuskan napas terakhir di Makkah dan dimakamkan di sana tepat setelah puncak ibadah haji, sebuah akhir hayat yang menjadi impian banyak umat Muslim.

"Meninggal di Arab Saudi, bahkan dimakamkan di sana pada posisi pasca-puncak haji, merupakan impian bagi sebagian besar umat Islam di Indonesia. Pihak keluarga sudah ikhlas, dan kedatangan kami dari Kemenag memberikan tambahan support serta semangat agar keluarga lebih tenang," tambahnya.

Lebih lanjut, Agus mendoakan agar almarhum mendapatkan predikat haji yang mabrur dan seluruh amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT. Terkait kelengkapan administrasi dan dokumen bagi jemaah yang wafat, Agus menyatakan bahwa proses tersebut sedang berjalan.

"Terkait dengan dokumen, nanti akan segera kami kirimkan karena saat ini masih dalam proses koordinasi," tandasnya.

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan